Kamis, 09 November 2017

4 pedang yang paling bersejarah di dunia perang


Pedang diciptakan pertama kalinya pada zaman perunggu. Peninggalan Pedang berbahan tembaga itu ditemukan di situs purbakala Pakistan.

Menjelang abad pertengahan, pedang besi dan baja diproduksi secara masal dan dipergunakan dalam peperangan. Prajurit di latih agar siap dalam pertempuran

Sebelum ada senjata api dan artileri berdaya tinggi, pertempuran dilakukan dengan berhdapan langsung.

Pada masa itu, jendral kerajaan, Raja, dan kaisar memiliki pedang pribadi yang dibuat oleh pedang terbaik.

Ada banyak manuskrip bersejarah seputar pedang-pedang yang terpenting.

Berikut 4 pedang milik penting dan sejarahnya.

1. Tomoyuki Yamashita



Tomoyuki Yamashita adalah jendral kekaisaran Jepang pada masa perang dunia II. Si''Macan malaya'' menjadi terkenal setelah menduduki Malaya dan Singapura yang dulu masih menjadi koloni Inggris.

Seusai perang, Yamashita di adili terkait masalah perang terkait pembantaian Manila dan sejumlah kejahatan lain di Filipina dan Singapura.

Pengadilan kontroversial berujung hukuman mati kepada Yamashita.
Kasus itu mengubah aturan di Amerika serikat(AS) tantang tanggung jawab kejahatan perang,sehingga melahirkan hukum yang disebut dengan Yamashita Standard.

Selama karir militer, Yamashita memiliki pedang pribadi yang dibuat oleh pembuat pedang terkenal Fujiwara Kanenaga antara 1640 dan 1680. Gagannya di buat ulang pada tahun 1900-an

Pada 2 September 1945, pedang Samurai dan pasukannya diserahkan kepada AS.
Pedang itu dibawa oleh jendral Macarthur dan disumbangkan pada West Poin military Museum yang menjadi tempat tinggalnya sekarang

2. Pedang bermata Tujuh



Dinasti Baekjeadalah kerajan purba yang berkedudukan di Korea Barat daya. saat puncak kejayaan di Abad ke-4, Baekje menguasai koloni di China dan hampir semua disemenanjung Korea.
Pada 328, Raja Geungchogo menyampaikan upeti kepada Jin timur dan Pedang bermata tujuh diduga diciptakan sebagai hadiah bagi raja.

Senjata itu memiliki Panjang 74,9 sentimeter dengan 6 cabang sepanjang badan utama dengan panjang 65,5 sentimeter, pedang itu dibuat untuk keperluan upacara, bukan untuk Perang.

Pada 1870, bhiku Shinto bernama Masamoto Kan menemukan 2 ukiran pada pedang bermata tujuh.
Salah satunya bertuliskan'' Pada siang hari ke 16 bulan ke 7 tahun ke 4 masa Taiwa, pedang itu dibuat dari Baja yang di perkuat 100 kali. Penggunaan pedang ini menipis 100 pasukan musuh. Layak untuk raja yang sopan.''

Ada banyak pernyataan tertera pada perang itu. Yang paling kontroversial adalah penyebutan raja Wa yang tunduk kepada penguasa Baekje.

Pedang itu menjadi kaitan penting bersejarah yang menunjukan kaitan-kaitan antar negara-negara  Asia timur pada masanya. Senjata unik itu kini disimpan dalam Kuil Isonokami di Prefektur Nara,
Jepang, dan tidak dipamerkan utuk umum.

3. Pedang Napoleon



Pada 1799, Napoleon Bonaparte menjadi pimpinan Militer dan politik Perancis melalui kudeta. Lima thun kemudian, senat perancis mengangkatnya menjadi Kaisar Perancis. Selama dekade awal Abad ke 19, Napoleon dan kekaisaran Perancis terlibat dalam perang dan Konflik dengan semua kekuatan Eropa. Kemenangan demi kemenangan memberikan posisi dominan Perancis atas Eropa.

Pada 1841, Koalisi ke Enam menyerbu Perancis. Napoleon ditangkap dan di buang kepulau Elba. Ia berhasil kabur, tapi akhirnya meninggal dalam penjara pulau Saint Helena.

Pada musim 2007, sebilah pedang yang bertahtahkan emas yang perna menjadi pedang Napoleon dilelang di Perancis dengan nilai US$ 6,4 juta. Pedang itu perna dipakai dalam pertempuran.

Di awal 1800-an Napoleon menghadiahkan senjata itu kepada saudara laki-lakinya sebagai hadiah pernikahan.

4.Zulfiqar



Zulfiqar adalah pedang milik nabi Muhamad yang diwariskan kepada sepupunya sekaligus menantunya Ali.

Menurut beberapa penjelasan sejarah, Nabi Muhammad memberikan Zulfikar kepada Ali saat perang Uhud. Hadiah ini di berikan karena nabi Muhammad terkesan dengan kemampuan Ali di medan tempur.

Zulfikar adalah suatu scimitiar, yaitu pedang lengkung Asia Barat atau Asia Selatan.



www.winnipoker.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar