Senin, 13 November 2017

Butuh izin Persiden,Novanto menolak panggilan KPK


Setya Novanto tidak memenuhi panggilan pemeriksaan panggilan KPK. Novanto beralasan KPK harus mengantongi izin Persiden untuk memeriksa dirinya.

''Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidak hadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sugiharjo). Alasan yang digunakan terkait izin Persiden'' ujar kabiro humas KPK Febri Diansyah.

Ini adalah kali ketiga Novanto tidak memenuhi KPK untuk Bersaksi dalam kasus e-KTP dengan tersangka direktur utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana. Novanto yang juga Ketua DPR ini sebelumnya sudah perna di panggil pada 30 Oktober dan 6 November 2017. Namun absen dengan mengirim surat ke KPK.

Pada panggilan 30 Oktober, Novanto beralasan sedang mengunjungi konstituen dalam masa reses. Surat di buat atas Namanya dan ditandatangani nOvanto sendiri.

Sementara panggilan selanjutnya, surat izin dikirim mengatas namakan Biro Kesetjenan dan badan keahlian DPR,serta tanda tangan Pelaksana Tugas Sekjen DPR Damayanti.

Dalam Surat itu intinya Setya Novanto tidak akan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus e-KTP, sebelum KPK mengantongi izin Persiden (Jokowi). Dasar yang digunakan adalah Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) Pasal 245 ayat (1).

Sedangkan untuk izin yang diterima KPK hari ini, kembali atas nama Novanto sendiri, ''Surat dengan kop DPR RI dan ditandatangani ketua DPR (Steya Novanto),'' kata Febri

Dalamfakta persidangan, eks Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugi Harto Menyebut perna meminta Anang menyiapkan uang 500 ribu dan Rp 1 Milyar untuk diserahkan kepada Miryam S Haryani.

Anang juga diduga membantu penyediaan uang tambahan untuk bantuan hukum Itjen Dukcapil Kemendagri sebesar Rp 2 Miliar dan kebutuhan lainnya terkait proses proyek a-KTP.

Sedangkan Novanto kembali menjadi tersangka lewat pengumpulan pimpinan KPK untuk kedua kalinya KPK menjerat Novanto setelah kalah melalui Praperadilan.

Surat perintah penyidikan atas nama Novanto diterbitkan KPK pada 31 Oktober 2017. Novanto Disangka terlibat pidana korupsi pengadaan e-KTP bersama-sama dengan anang sugiana sudiharjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto.

www.winnipoker.com



























 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar