Senin, 20 November 2017

Komandan Angkatan udara Amerika, menolak jika Trump memerintahkan mengeluarkan Nuklir

Komandan Nuklir AS Akan Lawan Perintah Trump untuk Luncurkan Serangan

Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat yang bertanggung jawab ataas kekuatan Nuklir menyatakan bakal melawan perintah peluncura serangan dari persiden jika perintah itu ''ilegal''
Jendral John Hyten selaku panglima Komando Strategis AS punya tanggung jawab untuk memberikan nasihat kepada Persiden Donald Trump, khususnya mengenai peluncuran serangan Nuklir.

''Saya memberi nasihat kepada persiden, dia akan memberitahu saya apa yang harus dilakukan,'' ujarnya dalam Forum Keamanan internasional di Kanada.

''Dan jika (perintah) itu ilegal, tabak apa yang terjadi selanjutnya? Saya akan mengatakan,'Pak Persiden, itu ilegal'. Dan tebak apa yang akan dia lakukan? Dia akan mengatakan 'lalu apa yang ilegal? Kita akan muncul dengan berbaga pilihan, campuran kemampuann untuk merespons apapun situasinya begitulah cara kerjanya.''

''Ini tidaklah terlalu sulit. Jika anda melakukan perintah yang tidak sah, Anda akan masuk penjara. Anda bisa masuk penjara se umur hidup,'' tambah Hyten.

Pernyataan tersebut mengemuka beberapa hari setelah sejumlah senator mendiskusikan kewenangan Persiden Trump untuk meluncurkan serangan Nuklir. Senator seperti Bob Corker, misalnya, perna menuding Trump akan membawa AS'' menapaki jalur menuju Perang Dunia III''.

Beberapa di antara mereka khawatir Trump mungkin akan meluncurkan serangan semacam itu secara tidak bertanggung jawab. Lainnya berpendapat Persiden pasti punya kewenangan beraksi tanpa di persulit pengacara.

Pada Agustus lalu, Trump berikrar untuk melepaskan '' amarah dan api yang tidak pernah disaksikan Dunia'' terhadap Korea Utara jika Pyongyang mengancam Washington DC.

Namun, Trump belum merespons  komentar Jendral Hyten.

www.winnipoker.com   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar