BERANDA :

Selasa, 21 November 2017

pembunuhan Gadis diifabel Pelaku dan korban tak saling kenal







Polisi memastikan antara tersangka, Andreas Fransiskus(42) dengan korban kasus pembunuhan difabel di Bantul tak saling kenal. Tersangka disebut polisi tidak sengaja datang kerumah korban.

''Tersangka ini datang ke rumah korban, Sabtu (18/11) antara pukul 08.00-09.45 WIB,'' kata Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi saat melangsungkan konferensi pres di Mapolres Bantul.

Menurut  Imam, kejadian ini berawal saat tersangka dari kawasan Tugu Yogya menumpang kendaraan yang melaju ke arah Kulonprogo. Di tengah jalan si supir tidak nyaman dengan keberadaan tersangka, lalu tersangka diturunkan di Sedayu.

Setelahnya, tersangka masuk ke area perkampungan dengan maksud membersihkan badan. Di perkampungan it tersangka melihat ada rumah yang pintu sampingnya terbuka, kemudian dia masuk kerumah tersebut.

''Di dalam rumah tersaangka menemukan barang-barang berharga, sehingga berubah niat untuk menguasainya. Namun pada saat ingin melakukan pencurian , tersangka kepergok oleh korban,''paparnya.

Karena aksinya kepergok, tersangka langsung menyekap dan mencekik korban hingga tewas. Setelahnya tersangka membawa sejumlah barang berharga milik pelaku, seperti TV Flat 24 inch dan perhiasan seberat 5 gram.

''Tersangka membawa barang-barang curian ke Yogya dengan berjalan kaki. Kemudian oleh tersangka(barang jarahan) akan dijual kepada temannya, tetapi teman tersangka tidak berniat membeli,'' katanya.

Atas perbuatannya ini, kata Imam, tersaangka dijerat pasaal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasanyangberdampak menghilangkan nyawa seseorang.

''Ancaman hukuman 15 tahun penjara,'' pungkas dia.

www.winnipoker.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar