BERANDA :

Minggu, 26 November 2017

seorang Anak kandung yang stres akibat di perkosa bapak kandungya selama 20 tahun






MP, wanita berusia 30 tahun itu kini menderita gangguan mental. Bagaimana tidak? Selama kurun waktu 20 tahun lebih, ia dijadikan  budak seks atau dipaksa melayani nafsu bejat sang Ayah, Daeng Taba (73).

Aksi bejat tersangka saat MP masih duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar(SD). Kala itu, ia masih berusia 9 tahun.

''Iya, pertama kali pencabulan terjadi tahun 1995. Sekarang usia korban sudah 30 tahun,'' ucap kepala unit perlindungan perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros, Iptu Kasmawati, saat dikonfirmasi.

Tak terhitung berapa kali Daeng Taba telah meniduri Anak kandungnya itu.''(diperkirakan) ratusan kali sampai-sampai korban menderita gangguan mental,'' ujar Kasmawati.

MP juga kerap kali mendapat kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, hingga ancaman akan dibunuh. Itu semua diperoleh MP jika tak menuruti keinginan ayahnya  atau melapor kepada orang lain.

Karena itulah, lanjut Kasmawati, selama 20 tahun lebih aksi Daeng Tabah menjadikan sang Anak sebagai budak seks.

Aksi bejat ayah kandungnya itu akhirnya terbongkar. Ketika itu, istri Daeng Tabah, PJ (70) memergoki suami sedang memperkosa MP di ruang televisi. ''PJ saat itu baru pulangdari kebun dan langsung masuk kedalam rumah, ia mendapati anaknya disetubuhi bapaknya sendiri diruang televis,''Kasmawati memaparkan.

Saat itu, Daeng Tabah buru-buru memakai celanya dan menggunakan pakaian untuk menutupi alat kelamin anaknya. Bukannya mengaku kesalahan, lelaki tua itu justru marah dan menampar istrinya.

PJ kemudian membawa anaknya, MP, pergi dari rumah. ia menginap selama beberapa hari dirumah kerabatnya, hingga akhirnya memberanikan diri melapor kepihak kepolisian.

''Setelah kami menerima laporan, kia langsung bergerak cepat untuk menagkap pelaku, ''ujar Kasmawati.

Pelaku sekarang meringkuk disel tahanan Mapolres Maros. Sementara, korban ditangani oleh dinas perlindungan perempuan dan anak kabupaten Maros karena gangguan mental yang dialaminya.

''Pelaku dijerat pasal barlapis dengan ancaman hukuman maksimal  hukuman mati,'' kata Iptu Kas











Tidak ada komentar:

Posting Komentar