Senin, 06 November 2017

warga majalengka gelar cuci benda pusaka peninggalan kerajaan

Warga Talaga Majalengka Gelar Tradisi Cuci Benda Pusaka

Warga kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggelar tradisi nyiramkeun atau pencucian benda pusaka peninggalan kerajaan telaga Manggung. Tradisi nyiramkeun merupakan kegiatan tahunan masyrakat dalam melastarikan benda peninggalan sejarah kerajaan yang diinisiasi yayasan telaga manggung.

Tradisi sarat nilai-nilai ke arifan lokal itu berlangsung setiap hari Senin pada bulan Safar. Polsek telaga Polres Majalengka mengerahkan personilnya untuk mengamankan pelaksanaan tradisi tahunan itu di Musium Talaga Manggung, kabupaten Maja lengka, Jawa Barat.

''Kita melakukan pengamanan, ini merupakan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyrakat Telaga. Air yang digunakan diambil langsung oleh juri kunci dari sembilan mata air itu dengan menggunakan tempat yang berbau bambu kuning,'' kata kapolsek telaga, AKP eko sosilo dalam keterangan yang tertulis.

Warga Talaga Majalengka Gelar Tradisi Cuci Benda Pusaka

Air digunakan untuk membersikan  benda pusaka di antaranya tombak, Pedang, Golok dan keris ini diambil dari sembilan sumber mata air atau ci Nyusu. Eko menyebut mata air tersebut berada di gunung Bitung, SituSangiang, Wanaperih, Lemah Abang, Ciburuy,Regasari, Cikiray, Cicamas, dan Nunuk.

''Sumber mata air ini berada dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Telaga Manggung. Singkatnya, Kabupaten Sindakasuh dan Raja Galuh melebur menjadi Kabupaten Maja pada 1819. Ditahun 1840 Kabupaten Maja berubah nama menjadi Maja Lengka.

Dalam tradisi Nyiramkeun itu dihadiri pula sejumlah yang tergabung dalam forom Raja-raja se Nusantara, Jajaran Muspida kabupaten Maja Lengka, Komonitas-komonitas kemasyrakatan, dan berbagai Elemen Masyarakat.

wwcomw.winnipoker.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar