Rabu, 06 Desember 2017

Ahok menangis dipeluk kakak angkatnya usai Sidang


Nama Basuki Tjahaja Purnama atau disejajarkan dengan para pemimpin terkemuka dan intelektual oleh mejalah Foreign Policy dari Amerika serikat. Meski, Ahok masih berada di jeruji besi Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok Jakarta Barat.

Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, mengatakan pengakuan itu pantas diberikan kepada mantan Gubernut DKI Jakarta itu. Selama ini, Ahok bekerja keras sepenuh hati untuk memperbaiki Jakarta.

''Iya. Diamnya dia itu membuktikan kinerjannya. Dunia tahu itu. kita sendiri aja yang dijakarta merasakan kinerjanya,'' kata Nana.

Oleh karena itu dia meminta agar masyrakat mengakui jerih payah Ahok. Dia pun menuturkan sejmlahprogram Ahok yang telah terealisasi dan dirasakan dampaknya.

''Karena dia bersungguh dalam bekerja mengatasi kendala yang ada di Jakarta. sebut saja infrastruktur, jalan layang, jalan khusus untuk busway, merupakan salah satu bukti untuk menghindari macet, memperlancar lalu lintas. Kerjanya nyata dan tidak Neko-neko. Gerakannya cepat, tidak tergantung sama siapapun. Otaknya lebih encer,'' kata Nana soal Ahok.

Dalam Narasinya, Associate editor di Foreign Policy, Benjamin Soloway menyebut, saat terjun ke dunia politik di Jakarta pada 2012, Ahok tak sesuai dengan profil politikus pada umumnya.

''Ia bermulut tajam, keturunan Tionghoa, dan seorang Protestan di Negara berpenduduk Mayoritas Muslim terbesar di Dunia,'' kata Soloway.

Pada awalnya dia menambahkan, latar belakang Ahok tak jadi masalah. Namun, situasi berbalik pada 2017.

Gara-gara sebuah pidatonya, Ahok dinyatakan bersalah dalam kasus penistaan Agama, kalah dalam pilkada dan akhirnya dipenjara.

Di sisi lain, Soloway menyoroti apa yang dilakukan dalam tiga tahun Ahok memerintah di Jakarta
Ia melawan korupsi, memperluas akses warga pada layanan kesehatan dan sosial lainnya, mengeruk kanal, memperbaiki transfortasi publik, dan melakukan kampanye untuk membersihkan birokrasi yang membuatnya mendapat tingkat penerimaan publik yang tinggi.

Meski prestasi diakui, kebiasaan memarahi birokrat yang tidak kompeten mendapat pujian luas, sisi lain ia mempunyai banyak musuh. Terutama mereka yang digusur untuk membuka jalan bagi reklamasi dan proyek pembangunan yang lain.

Soloway menambahkan saat Ahok divonis pidana, para pendukungnya menggelar aksi protes, tak hanya diseluruh Indonesia tapi juga di sejmlah titik dunia. PBB dan Organisasi HAM Human Rights Watch juga mengutuk pemidanaan tersebut.

mengutip perkataan Andres Harsono dari human Rights Watch, pemenjaraan Ahok dianggap sebagai seruan yang membangunkan (wakeup call) bagi rakyat Indonesia: bahwa ada masalah serius soal kebebasan beragama dan diskriminisasi terhadap kaum minioritas di Tanah Air.

Dengan kehilangan kebebasannya, Ahok mungkin mendorong orang lain untuk mengarahkan Negara kembali ke "jalan tengah''.

Sebelumnya, pada 2013, Joko Widodo alias Jokowi juga masuk kedalam daftar the Leading GlobalThinkers of 2013 versi Forogin Policy.

Kala itu, Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan Ahok menjadi wakilnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar