BERANDA :

Selasa, 19 Desember 2017

AS mengajukan Veto kepada DK PBB yang tolak Akui Yerusalem ibu Kotaa Israel

AS Veto Resolusi DK PBB yang Tolak Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

















Kata kunci : Amerika Serikat memveto draf Resolusi Dewan keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) Yang menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk menngakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan draf resolusi tersebut merupakan ''penghinaan". Dia juga mewanti-wanti bahwa AS tidak akan melupakan pengajuan draf semacam itu.

''Ini adalah bukti tambahan bahwa PBB melakukan banyak mudarat ketimbang manfaat dalam menangani konflik Palestina,''katanya.

''Hari ini, hanya karena menentukan dimana kami akan meletakan kedutaan besar saja, Amerika dipaksa membela kedaulatannya. Catatan akan menunjukan bahwa kami melakukan ini dengan bangga,'' kata Haley.

Draf Resolusi penolakan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel diajukan oleh Mesir. Sebagaimana dilaporkan Wartawan BBC di New York, Nada Tawfik, draf tersebut menghindari penyebutan AS atau Trump secara Gamlang agar bisa disokong secara penuh.

Alih-alih mengajak negar-negara mengecam AS, draf itu mendesak ''semua negara menahan diri untuk tidak menetapkan perwakilan diplomatik di kota suci Yerusalem''.

Draf tersebut juga menghendaki ''Semua Negara patuh pada Resolusi-resolusi Dewan keamanan mengenai kota Suci Yerusalem dan tidak menyetujui aksi atau tindakan apapun yang berlawanan dengan resolusi-resolusi itu.

Situs Yerusalem
Kecuali AS, draf itu disetujui empat anggota permanen DK PBB : Cina, Perancis, Rusia. dan Inggris beserta 10  anggota non permanen lainnya.

Langkah Veto AS terhadap Draf resolusi DK PBB mendapat sanjungan Perdana Mentri Asrael, Benjamin Netanyahu. Secara khusus dia memuji Nikki Haley.

Namun, juru bicara Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, menyebut tindakan AS ''tidak bisa diterima dan mengancam stabilitas komonitas Internasional karena Negara itu tidak menghormatinya''

''Komunitas Internasional kini harus berupaya melindungi rakyat Palestina,'' kata Nabil Abu Rudeina, jubir Mahmoud Abbas, kepada kantor berita AFP

Mentri Luar Negri Palestina, Riyad al-Maliki, mengatakan dirinya akan menyerukan pertemuan darurat Majelis umum PBB untuk mendiskusikan masalah Yerusalem.

Sumber dari : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar