BERANDA :

Sabtu, 09 Desember 2017

AS terisolasi dari Sidang PBB mengenai Yerusalem,

Terisolasi Saat Sidang DK PBB, AS Bela Keputusan Trump Soal Yerusalem






Amerika Serikat (AS) terisolasi dalam sidang darurat dewan keamanan perserikatan bangsa-bangsa (DK PBB) Yang khusus membahas Yerusalem. Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang khusus membahas Yerusalem. Dihujani kritikan oleh Anggota DK PBB, AS teguh membela keputusan Presiden Donald Trump mengakui kota Suci Itu sebagai ibu kota Israel.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), Perdebatan sengit Terjadi dalam sidang darurat yang di gelar dimarkas PBB di New York pada Jumat (8/12) waktu setempat. Tidak ada voting untuk resolusi tertentu yang dilakukan dalam sidang darurat kali ini.

Sidang darurat digelar sekitar dua hari usai Trump secara resmi mengakui Yerusalem. Sedikitnya 8 dari 15 anggota DK PBB meminta langsung digelarnya sidang ini secara Khusus membahas pengakuan Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

''Keputusan ini sangat tidak membantu bagi prospek perdamaian di kawasan,'' Tegas duda Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, yang menyatakan pemerintah Inggris sangat tidak setuju dengan keputusan Trump soal Yerusalem.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley membela keputusan Trump dengan menegaskan AS tetap berkomitmen pada upaya perdamaian dan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

''Biar saya tekankan sekali lagi, presiden dan pemerintah ini tetap berkomitmen pada upaya perdamaian dan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

''Biar saya tekankan sekali lagi, Persiden dan pemerintah ini tetap berkomitman pada upaya perdamaian,''kata Haley.

Dijelaskan Haley bahwa dalam mengubah arah kebijakan luar negri AS, Trump hanya mengakui realitas, mengingat pemerintah dan parlemen Israel berlokasi di Yerusalem. Menurut Haley, Trump meyakini keputusannya ini tida akan berdampak pada hal-hal yang yang nantinya disepakati  Israel dan Palestina terkait batas wilayah dan perbatasan untuk Kota Suci yang disakralkan tiga Agama itu, Islam, Kristen dan Yahudi.

''Saya memahami kekkhawatiran negara-negara anggota yang meminta digelarnya sidang ini. Perubahan itu sulit,'' ujar Haley.

Dalam sidang itu, lima negara Eropa yang menjadi anggota yang meminta digelarnya sidang ini tidak konsisten dengan resolusi-resolusi terdahulu PBB yang menganggap Yerusalem timur sebagai wilayah yang diduduki oleh Israel.

Lebih lanjut, inggris bersama dengan Perancis, Italia, Jerman dan Swedia Meminta AS mengajukan profosal rinci solusi penyelesaiayankonflik Israel-Palestina. Otoritas Perancis menyebut AS telah mendepak dirinya sendiri dalam isu Timur Tengah.

''Kenyataannya adalah mereka(AS-red) sendiri dan terisolasi dalam isu ini,'' sEbut Mentri luar Negri Perancis, Jean-Yves Le Drian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar