Sabtu, 02 Desember 2017

Buni Yani serang Jaksa Agung Prasetyo






Jaksa Agung HM Prasetyo menanggapi serangan Buni Yani, pria yang di vonis 18 bulan penjara karena melakukan tindak pidana terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elekteronik (UU ITE).Buni Yani manyerang melalui kecurigaan adanya politik kepartaian Prasetyo yang mempengaruhi kerja jaksa. Prasetyo menepis kecurigaan itu. 
''Tidak ada politik-politikan. Yang politicking itu justru Buni Yani, mungkin. Kan biasa, menuduh balik itu biasa kalau orang dalam posisi seperti itu (Buni Yani),''kata Prasetyo.

Prasetyo menilai, Justru Buni Yani yang terbukti bermain politik sehinggga menyebabkan kegaduhan. Buni mengedit rekaman Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berpidato di pulau pramuka, Kepulauan seribu, pidato kontroversial yang juga secara terpisah menjadikan Ahok masuk bui.

''Dia main-main politik seperti itu, akhirnya muncul kegaduhan. Itu terbukti di putusan hakim, bahwa dia justru melakukan sesuatu yang akhirnya dinyatakan bersalah, melakukan tindak pidana,'' kata Prasetyo.

Prasetyo menilai Buni sadar betul dengan apa yang dia perbuat. Soalnya, kata Prasetyo, Buni Yani termaksud ahli dalam hal komunikasi, yakni Dosen.

Sebagaimana diketahui, Prasetyo adalah kader partai Nasdem. Di panggung Kongres Nasional Alumni 212, Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (1/12) kemarin, Buni melancarkan serangannya ke Prasetyo.

Buni curiga Jaksa Penuntut Umum telah dipengaruhi. Dia bahkan terang-terangan mencurigai Jaksa Agung M Prasetyo berperan.

''Jaksa penuntut umum ini kita sangat curiga dia mengikuti atasannya yang berasal dari Partai Nasdem, Jaksa Agung ya, dari Partai Nasdem. 

Kontesnya adalah vonis 18 bulan penjara untuk dirinya. Buni bersikukuh sejak awal, kasus ini adalah kriminalisasi terhadap dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar