BERANDA :

Senin, 04 Desember 2017

DPR pertanyakan kedekatan Calon Panglima pilihan Jokowi






Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Hamzah Tanjung menyebut tidak ada muatan politik dalam proses penunjukan KSUD Hadi Tjahjanto sebagai calon pengganti Panglima TNI. Meski Begitu, Komisi I akan menanyakan kedekatan Hadi dengan Persiden Joko Widodo.

''Oh, ndak...ndak (tidak ada muatan Politik). Kan kalau dari kita Ndak ya,''  kata Asril di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sesuai dengan aturan UU MD3, pemilihan Panglima TNI memang merupakan hak prerogatif presiden. Namun, bila komisi I tidak memberikan rekomendasi setelah melakukan Fit and Proper test, persiden harus mengirimkan nama baru ke DPR.

''Jokowi gak bisa maksain, Dia harus ganti, cari yang lain'' jelas Asri.

Dia mengatakan, kedekatan Hadi dengan Persiden Jokowi tidak menjadikan Hadi mendapat nilai spesial.

''Bisa nanti kita lihat semua, kita juga gak bisa berdasarkan sekertarian dari Solo (atau) orang Solo, bukan itu yang akan kita lihat, tapi seluruhnya, gimana pemikirannya, pengetahuan masalah TNI,'' sebutnya.

Hadi pernah bertugas sebagai Komandan Pangkalan Udara Adi Soemarmo, Solo, pada 2010-2011. Saat itu, Jokowi menjabat sebagai Walikota Solo,

Tak lama setelah Jokowi menjadi persiden, Hadi di angkat menjadi Sekertaris Militer (Sesmil) Persiden. Hadi selalu mendampingi Jokowi dalam setiap tugas ke negaraan.

Seperti diketahui, Persiden Jokowimemilih Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI mengantikan Jendral Gatot Nurmantyo yang akan pensiun. DPR menargetkan pemilihan Panglima TNI yang baru selesai sbelum masa rese pekan depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar