BERANDA :

Jumat, 08 Desember 2017

Kanselir jerman Angela Merkel menolak keputusan Trump


Kanselir Jerman Angel Markel menolak keputusan Persiden AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel. Selain itu Markel juga meminta negosiasi untuk menetukan status Yerusalem dihidupkan kembali.

Markel mengatakan akan berpegang teguh pada resolusi PBB dimana status Yerusalem harus ditentukan melalui negosiasi antara Palestina dan Israel di bawah kordinasi PBB.

''Kita berpegang teguh pada resolusi PBB, mereka membuat terang bahwa status Yerusalem butuh dinegosiasikan sebagai bagian dari solusi untuk kedua Negara. Karena itulah saya ingin proses ini dihidupkan kembali,'' ujar Merkel.

Sehari sebelumnya, markel telah menegaskan tak mendukung keputusan Trump dan rencana pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

''Status Yerusalem hanya bisa dinegosiasikan dalam kerangka solusi kedua Negara,'' kata juru bicara Merkel.

Negara Eropa lain, Perancis dan Inggris juga dengan tegas menolak keputusan Trump. Menurut Persiden Perancis Emmanuel Macron juga berpendapat status Yerusalem hanya bisa ditegaskan dengan adanya negosiasi antara kedua Negara.

''Status Yerusalem adalah masalah Internasional yang menyangkut seluruh masyrakat Internasional.
Status Yerusalem harus ditentukan oleh bangsa Israel dan Palestina dalam sebuah Negosiasi di bawah naungan PBB,'' kata Macron.

Perdana Mentri Inggris Theresa May menyebut keputusan Trump tak membantu upaya damai yang selama ini di upayakan untuk Palestina dan Israel.

''Kami percaya(keputusan AS)  tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini,'' kata May.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar