BERANDA :

Kamis, 07 Desember 2017

Kepala Gereja di Yerusalim menginginkan Trump cabut pernyataannya, dalam surat yang dikirim buat Trump

Surat Terbuka Kepala Gereja-gereja di Yerusalem untuk Trump

Patriak dan kepala Gereja-gereja lokal di yerusalem mengirimkan surat terbuka untuk persiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru saja mengumumkan pengakuan resmi AS tentang Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel . Apa isi surat itu?

Surat terbuka itu dilampirkan oleh uskup Canterbury Justin Welby yang merupakan uskup paling senior dalam Gereja Inggris, lewat akun Twitternya, '' Surat dari kepala-kepala Gereja di Yerusalem untuk Persiden Donald Trump.

Dalam surat terbuka tertulis di Yerusalem Desember itu, para kepala gereja di Yerusalem menjelaskan mengenai status Yerusalem kepada Trump. Pada intinya mereka meminta Trump untuk tetap mempertahankan status quo atau status Internasional Yerusalem yang selama ini berlaku.

''Tanah kami disebut sebagai tanah perdamaian bagi kami dan bagi Dunia. Sayangnya, meskipun tanah suci kami dengan Yerusalem sebagai Kota Suci, hari ini menjadi tanah konflik'', demikian surat terbuka itu. Kamis (7/12/2017).

Disebutkan bahwa tiga agama--Yahudi, Islam, dan Kristen yang ada di Yerusalem selalu meminta perdamaian dalam doa-doanya.

''Pak Persiden kami mengikuti, dengan kekhawatira laporan-laporan kemungkinan perubahan soal bagaimana Amerika Serikta menangani status Yerusalem. Kami yakin langkah-langkah semacam itu akan meningkatkan kebencian, konflik, kekerasan dan penderitaan di Yerusalem dan tanah suci, membawa kita menjauh dari tujuan persatuan dan semangkin mendalam pada pemecah belahan yang menghancurkan,'' sebut kepala-kepala Gereja di Yerusalem dalam suratnya.

''Kami meminta kepada Anda, Pak Persiden, untuk membantu kami berjalan menuju cinta kasih dan perdamaian yang pasti, yang tidak bisa tercapai tanpa Yerusalem diperuntungkan bagi semua,''imbuh surat terbuka itu.

''Saran dan permohonan serius kami adalah agar Amerika Serikat terus mengakui status Internasional Yerusalem saat ini. Setiap perubahan mendadak akan memicu bahaya yang tidak bisa di perbaiki.''

Para kepala gereja di Yerusalem meyakini bahwa Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi. Mereka meyebut, Yerusalem bisa dibagi dan dinikmati secara penuh oleh setiap orang yang tinggal didalam Kota yang Suci itu.

''Menjelang Natal ini, kami memohon agar Yerusalem tidak dijauhkan dari perdamaian, Kami mminta Anda Pak Persiden, Untuk membantu kami mendengarkan suara Malaikat. Sebagai pemimpin umat Kristen di Yerusalem, kami mengundang Anda untuk berjalan bersama kami dalam harapan, bahwa kita bisa membangun perdamaian yang inklusif, adil untuk semua warga Kota unik ini dan Kota Suci,'' Demikian isi Surat yang disampaikan dari Uskup di Yerusalem buat Trump.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar