Minggu, 10 Desember 2017

Kisah wanita dari Indonesia yang menjadi korban sindikat perdagangan manusia di AS


kata kunci : Shandra Woworuntu, seorang wanita Indonesia yang selamat dari kehidupan yang mengerikan sebagai budak seks di Amerika Serikat, meluncurkan organisasi nirlaba untuk membantu korban perdagangan seks lainnya. Hal ini ia lakukan mengingat pahitnya pengalaman yang ia rasakan saat dijual sebagai budak seks dulu.

Shandra mengungkapkan kisahnya bagaimana sampai menjadi budak seks di lembah kelam tersebut. Sandra analis keuangan dan ibu tunggal berusia 21 tahun dengan seorang bayi perempuan ketika dia kehilangan pekerjannya karena krisis moniter pada tahun 1998.

Sebuah iklan pekerjaan musiman 6 bulan sebagai pelayan di Amerika Serikat menarik perhatianya pada tahun 2001. Dia mengambil tawaran itu dengan harapan dapat bekerjja di Industri perhotelan. Saat berada dibandara Kennedy di Queens, seorang pria membawanya ke hotel dimana Shandra dijual pada seorang pria dengan imbalan amplop tebal berisi uang.

Shandra kemudian menemukan dirinya dikumpulkan bersama 2 wanita muda lain di loteng disebuah rumah Byside, Qeens. Saat mereka diminta untuk mermbuka semua pakaian mereka, Shandra mencoba menolak, tapi pria itu mengancam dengan pistol.

Sejak saat itu, hidup Shandra memperhatinkan. Ia mendapati dirinya di jual sebagai buadak seks ke pelanggan berkulit hitam,putih, maupun asia.

Wanita itu tak bisa berbuat banyak. Penjaga keamanan selalu siaga dengan tongkat baseball dan tak segan memukul mereka.

''Tiap 45 menit saya dijual seharga 120-350 dolar,''katanya.

Shandra diperdagangkan di Brooklin, Qeens, dan Manhatan. Sampai ia berhasil kabur bersama seorang wanita lainnya dengan memanjat jendela kamar sebelah.

Ia sempat tinggal dijalanan hingga suatu hari prajurit angkatan laut AS menemukannya dan menghubungi FBI. Berkat laporan Sandra, sindikat perdagangan manusia itu pun terbongkar.

Shandra keemudian tinggal dipenampungan sampai mendapat pekerjaan di Kafetaria. Pada tahun 2004, ia bersatu kembali dengan putrinya.


Bertahun-tahun kemudian, Shandra mendirkan Mentari, sebuah organisasi yang yang didikasikan untuk membantu korban perdagangan manusia agar bisa bangkit kembali. Baru-baru ini, Shandra yang kini berusia 41 tahun dinobatkan sebagai Honoree Nasional'Oreal Women of Worth 2017 atas didikasinya di bidang non-profil tersebut.

Sumber dari : Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar