BERANDA :

Jumat, 15 Desember 2017

Menlu dan Pertahanan AS mengatakan tak akan memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem


Kata kunci : Mentri Luar Negri Amerika Serikat Rex Wayne Tillerson menegaskan, tak mungkin Kedutaan Besar AS di Tel Aviv dipindahkan ke Yerusalem sebelum 2020.

''Pemindahan tak mungkin dilakukan dengan cepat. Waktu yang dibutuhkan pun tak mungkin kurang dari tiga tahun, jangan ambisius, ''katanya, dikutip dari New York Times.

Tillerson membahas masa depan Kedubes AS di Tel Aviv dalam sebuah pidato di Departemen luar Negri. Ia beerpendapat pemindahan akan memakan waktu beberapa tahun.

''Pemindahan tak mungkin terjadi pada tahun ini atau mungkin tahun depan, atau juga bisa tak mungkin terjadi, tapi memang Trump menginginkan kita bergerak cepat,'' ucapnya.

Departemen Luar Negri AS menambahkan, pihaknya tak berencana untuk mengubah beberapa kebijakan lama mengenai Yerusalem, yang dibuat dengan hati-hati agar tidak menyinggung satu pihak atau pihak lainnya.

Mereka menambahkan bahwa mereka tidak akan merevisi kebijakan yang diputuskanoleh makamah Agung pada 2015.




Sebelumnya, Mentri luar Negri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Mentri Pertahanan AS James Mattis dilaporkan sama-sama menentang keputusan Persiden Donald Trumpuntuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Alasannya karena keamanan.

Mattis dan Tillerson telah bersama-sama bertatap muka dengan Persiden Amerika. Keduanya sama-sama menyampaikan kepada Donald Trump bahwa memindahkan kedubes ke Yerusalem akan membahayakaan diplomat dan tentara AS yang ditempatkan di Timur Tengah.

Tillerson, dalam sebuah pertanyaan yang dikeluarkan setelah keputusan Donald Trump tersebut, mengatakan, keselamatan warga AS adalah Prioritas Tertinggi Departemen Luar Negri (Deplu).

Sebelum Donald Trump mendeklarasikan keputusannya mengenai Yerusalem, Pihaknya langsung mengambil 'ancang-ancang'. Ia mengaku, Deplu AS telah menerapkan rencana keamanan terkuak untuk melindungi keselamatan penduduk AS diwilayah yang terkena dampak.

Ia menambahkan, Deplu AS Heather Nauert mengatakan, Tillerson ingin menegaskan posisinya sebagai Menlu kepada gedung Putih. Untuk itulah saat mendengar bahwa Donald Trumpakan memindahkan kedubes ke Yerusalem, Ia harus turun tangan.

Sumber dari : Liputan6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar