BERANDA :

Selasa, 12 Desember 2017

Setelah perdebatan kedua perdana Mentri Israel dan Turki mengenai Yerusalem, kini kedua negara membandingkan kekuatan militer masing-masing


Hubungan Turki dan Israel kini memanas akibat polemik Yerusalem yang di akui sebagai Ibu Kota Israel. Bahkan Persiden Turki Recep Tayeb Erdogan sampai menyebut Israel sebagai negara Teroris. Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu tak mau kalah. Dia mengkritik pedas. Menurutnya tak pantas Erdogan memberi pelajaran soal moralitas padahal dia mengebom suku kurdil di Negaranya sendiri.
Turki pun memotori negara-negara Islam untuk menolak Klaim Israel atas Yerusalem. Ketegangan di kawasan tersebut diprediksi akan meningkat. 

Jika membandingkan kekuatan militer antara Turki dengan Israel siapa yang lebih kuat?

Situs globalfirepower menepatkan Turki di Posisi kdelapan. Sementara Israel berada di Posisi ke 15.

Turki lebih Unggul dilihat dari Jumlah personil militar aktif. Negara bekas kesultanan Ottomonini memiliki 382.250 personil militir aktif, sementara Israel memiliki 168.250 personil militer aktif. Turki juga tercatat memiliki tak kurang dari 35 juta warga yang bisa dimasukan dalam dinas militerjika keadaan darurat, Sementaraa Israel cuma punya 3 juta orang.

Melihat sejarah, Bangsa Turki pernah menguasai semenanjung Balkan dan kawasan Timur Tengah saat kesultanan Ottoman berjaya. Negara ini punya sejarah Militer dan peperangan yang panjang.

Tapi Israel tak bisa diremehkan. Dua kali dia mengalahkan koalisi negara Arab dengan telak saat perang Enam hari tahun 1967 dan Perang Yom Kippur tahun 1973. kehebatan Pilot Israel membuat Mesir bertekuk lutut. Di Darat, pasukan lapis bajanya menghancur leburkan ribuan Tank Suriah.

Jika hari ini berhitung kekuatan, Di darat Turki dan Israel Nyaris seimbang. Turki memiliki 2.445 tank yang terdiri dari Tank Leopard 1 dan 2, serta M-48 Patton dan M-60 Patton yang merupakan sisa-sisa perang dingin. Uniknya M-60 Patton milik Turki Justru diupgrade di Israel menjadi Tank Sabra. Kerjasama itu ditekan tahun 2002 lalu dengan nilai kontrak USD 688 juta. Secara terbatas, Personil Militer Turki Juga masih menggunakan senapan otomatis Uzi buatan Israael.


Sementara Israel mengandalkan Tank Merkava produksi dalam Negri. Tank ini terbukti battle proven dan terus dikembangkan dari Merkava I hingga kini Merkava IV.

Di Udara, globalfirepower mencatat Turki memiliki 207 jet Tempur serta sekitar 200 jet serang darat sementara Israel 243 jet tempur dan jumlah jet perang darat hampir sama.

Angkatan Udara Turki mengandalkan F-16 C/D dari AS serta beberapa varian F-4 seperti F-4E/ 2020 Terminator dan F-4E/ TM Phantom II.


Sementara Israel mengandalkan F-15, F-15 E Strike Eagle dan F16 C/D/I. Yang terbaru, mereka telah memiliki sembilan F-35 Ligting dan tengah memesan 50 buah lainnya kesekutu terdekatnya, Amerika Serikat.

Di Laut, Turki memiliki 12 kapal selam, 16 Frigate dan 9 kapal kelas Korvet. Sementara Israel memiliki 6 kapal selamdan 3 kapal Korvet, tanpa kapal kelas frigate.

Yang tak terhitung oleh situs Globalfirepower mungkin adalah kekuatan koalisi kedua Negara. Amerika Serikat jelas akan berdiri bersama Israel jika terjadi konflik. Begitu juga koalisi terdekat AS, seperti Inggris, dan beberapa Negara NATO.

Sementara Turki kemungkinan akan didukung oleh koalisi negara Timur Tengah. Tapi kekuatan koalisi ini mungkin tak sekuatt perang Yom Kippur. Suriah yang dulu perkasa menantang Israil dengan pasukan lapis baja di guru pasir kini tengah mengalami konflik berkepanjangan di Negrinya sendiri. Lawan sengit AS seperti Libya yang dulu dipimpin oleh kolonel Muamar Khadafi juga tak ada lagi.

Jika terpasang perang, apaka semua Negara di Jazirah Arab akan Kompak mengangkat senjata juga masih menjadi pertanyaan.

Pertanyaan yang sulit dijawab juga, berapa banyak senjata nuklir atau senjata pemusna masal yang sebenarnya dimiliki Israel? Selama ini AS tak pernah beraksi soal sekutunya ini. berbeda sikapnya pada Ira dan Korea Utara.

Sumber dari :Merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar