BERANDA :

Selasa, 12 Desember 2017

Video pelaku pelecehan seksual di KRL yang di serang wanita lainnya



Kata kunci : Pelecehan seksual kembali terjadi di KRL Commuter Line. Lagi-lagi penumpang Wanita yang menjadi sasaran 'predator' seksual didalam Kereta yang penuh dan sesak.

Kejadian tak senonoh itu terjadi di Dalam KRL Commuter Line Jurusan Jakarta Jakarta-Bekasi.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat kemarin (8/12/2017) sekitar pukul 18.07 WIB.

''Perempuan untuk selalu hati-hati dan care dengan keadaan sekitar. KRL relasi Jakarta. Kota Bekasi ada penumpang yang ketahuan melakukan seksual Harassment. Kejadian sekitar pukul 18.07 di stasiun klender baru. Pelaku memakai topi(lihat video). Mohon maaf jika ada wajah-wajah selain pelakuyang terekam di video ini.

Di dalam Video, terlihat sejumlah penumpang wanita meluapkan kekesalannya dan berteriak merah kepada seorang penumpang pria. Pria itu diduga sebagai pelaku pelecehan seksual.

mereka mempertanyakan reseliting Pria yang terbuka saat posisinya berada dibelakang seorang wanita. sedangkan kondisi kereta terlihat cukup sesak dan padat.

Para wanita yang marah dengan kompak menyuruh seorang pria tersebut untuk keluar dari kereta. Mereka juga meminta bantuan kepada petugas keamanan didalam kereta.

''PKD (Petugas Keamanan Dalam) tolong dong pelecehan ini namanya. Kalau gak sengaja, gak mungkin senjatanya (alat vital) kelihatan lurus. kesempatan ya. Turun aja turun,'' teriak beberapa wanita dengan marah.

Pria yang dituduh itu sempat bersumpah atas nama Tuhan tidak melakukan perbuatan senonoh. Setelah didesak, Pria tersebut akhirnya turun.

VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Khairunisa mengatakan pihaknya belum menerima laporan tentang pelecehan seksual itu. Dia menghimbau penumpang segera melapor kepada petugas jika melihat atau menjadi korban pelecehan Seksual.

''Memang yang namanya tempat ruang publik, Transportasi Publik rawan menjadi tempat sasaran pelaku kriminal. Kewaspadaan dari kita sendiri yang berada di transportasi publik sangat penting. Kami Imbau kepada pengguna agar beersedia melanjutkan kepihak berwajib sehingga pelaku tersebut dapat diberikan hukuman atau di proses lebih lanjut,''kata Eva.

Sumber dari : Detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar