Kamis, 04 Januari 2018

Penangkapan Ganja 1,3 Ton : terbesar di awal Tahun 2018


Kata kunci : Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) menghentikan penyelundupan 1,3 ton yang melibatkan jaringan antar provinsi di penghujung tahun 2017. Kasus ini terungkap berdasarkan hasil pengembangan perkara yang ditangani Satres Narkoba Polresta Metro Jakarta Barat pada Maret 2017 di stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
''Berdasarkan analisa data IT didapat informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Provinsi Aceh ke Jakarta,'' kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (4/1/2018).

Dari hasil analisa IT tersebut, lanjut Suhermanto, dia dan Kanit 1 Sat Resnarkoba AKP Alrasydin Fajri Gani memimpin tim untuk melakukan penyelidikan dengan teknik surveillance (pemantauan terus menerus) dengan target Alexandro dan kawan-kawan yang berangkat dari Jakarta ke Aceh untuk mengambil paket narkoba tersebut

Dari hasil investigasi, sesampainya di Aceh Alexandro dan kawan-kawannya menerima narkoba yang dimuat dalam mobil truck box B 9337 TCD. Setelah itu target kembali ke Jakarta melalui jalur darat.

''Pada tanggal 31 Desember 2017 sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat untuk kemudian digeledah.

Dalam penggeledahan itu ditemukan paket ganja sebanyak 1.300 paket, yang masing-masing berbobot 1 kg, atau total 1,3 ton.

''Narkotika jenis ganja itu disimpan dibalik tumpukan karung arang kayu yang sudah dimodifikasi dengan dilapisin baja ringan,''ujarnya.

Suhermanto menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka barang tersebut dikendalikan oleh dua orang tersangka bernama Rocky dan Rizky.

''Rocky kemudian ditangkap pada Senin (1/1/2018) sekitar pukul 06.00 WIB di Cikarang Barat dan Ricky ditangkap pada hari yang sama pukul 14.00 WIB di Jagakarsa, Jakarta Selatan,''ujar dia.

Ia melanjutkan, polisi melakukan teknik controlled delivery (mengontrol pengiriman) kepada kedua pengendali dan didapati penerima paket atas nama Gardawan di Tebet, Jakarta Selatan.

Melalui introgasi dilapangan, narkoba jenis ganja tersebut didapati dari Irwan ( sudah masuk daftar pencarian orang/DPO) yang berada di Aceh, dimana jaringan itu juga dikendalikan oleh MUN alias Komandan serta ILham Maulana.

''Jaringan ini di duga merupakan sindikat narkoba yang mengedarkan jenis Ganja dan Sabu antar Provinsi, dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman dalam jumlah 500 kg dan 950 kg Ganja dengan menggunakan mobil boks, serta puluhan kg jenis sabu yang disembunyikan dalam bakleiding mobil APV serta Xenia,'' papar Suhermanto.

Para tersangkaakan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Sub 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Sumber dari : kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar