Senin, 08 Januari 2018

Polisi menangkap Sutradara dan wanita pemeran video porno dengan anak di bawah umur


Kata kunci : Polisi berhasil mengungkap pelaku peredaran video berkonten pornografi yang melibatkan dua anak dibawah umur dengan perempuan dewasa.

Tim gabungan Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung menangkap perekam Video sekaligus sutradara film bernama Muhammad Faisal akbar. Dia ditangkap dikediamannya di Bandung pada Minggu (7/1) kemarin.

Selain Faisal, polisi pun ikut menangkap pemeran wanita dalam video yang tersebar di media sosial 
(medsos) tersebut. kedua perempuan berinisial A alias Intan dan IO alias Imel.

Mereka ditangkap tim gabungan pada hari yang sama dengan penangkapan Faisal di suatau kawasan Bandung.

''Lokasi kejadian berlangsung di dua hotel kawasan Bandung. Kejadian berlangsung sekitar April hingga Juni dan kedua di bulan Agustus 2017,'' ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus dalam rilis yang ia sampaikan, senin (8/1/2018).

Selain berperan sebagai perekam dan sutradara video, kata Yusril, Faisal juga berperan sebagai penjual. 

Sementara Intan dan Imel selain sebagai pemeran wanita, juga punya andil merekrut korban anak kecil.

Ditreskrimum Polda Jabar saat ini telah mengembangkan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana persetubuhan dan pecabulan serta ekspolitasi anak di bawah umur dengan memproduksi dan menyebar luas kan pornografi melalui informasi elektronik.

Video porno yang mlibatkan dua anak laki-laki di bawah umur dengan seorang perempuan dewasa itu telah beredar di sejumlah media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria yang bertugas sebagai kameramen merekam dan meemberi intruksi kepada dua anak tersebut apa saja yang harus dilakukan.

Sejumlah adegan yang di buat anak tersebut tak lepas dari intruksi kameramen. Sebelum adegan pornografi dilakukan, seorang anak terlihat diber makanan dan sebuah benda yang tampak seperti mainan.

Percakapan yang terjadi di antara perekam, perempuan dewasa dan dua anak tersebut terdengar menggunakan bahasa Sunda.

Sumber dari : cnnindonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar