Jumat, 05 Januari 2018

Viral Video : Pria diculik dan diancam untuk menikahi gadis di India




Kata kunci : Vinod Kumar menangis ketika upacara pernikahannya dengan seorang perempuan berlangsung dikawasan Bihar, India.

Namun, tangisan tersebut bukanlah tangisan bahagia. Melainkan tangisan ketakutan. Sebab, pemuda berusia 29 tahun tersebut telah menjadi korban ''Pakdua Shadi''.

Pakdua Shadi adalah momen dimana keluarga perempuan menculik laki-laki untuk dinikahkan.

Hal itu dilakukan karena keluarga perempuan tidak memiliki cukup uang untuk membayar mas kawin, atau daerahnya mengalami kekurangna pria.

Kumar menceritakan, awalnya dia pergi ke Patna untuk menghadiri resepsi pernikahan seorang teman.

Sesampainya di Patna, dia diajak bertemu oleh seorang kenalan bernama Surendra Yadav.

Kumar mengetahui, bahwa Yadav dan seorang temannya merencanakan aksi penculikan terhadap seorang Insinyur di sebuah pabrik besi Jharkhand.

''Saya dan teman saya disandra ketika berada di Gopkita, dan Surendra beserta keluarganya terus menggoncangkan tubuh kami, '' ungkap Kumar.

Salah satu anggota keluarga Yadav menodongkan pistolnya kepada kumar, dan memaksa agar menikahi perempuan di keluarga mereka.

Takut akan keselamatannya, kumar terpaksa mengikuti permintaan Yadav. Pernikahan keduanya di abadikan, dan diunggah kesitus Youtube.

Sepanjang upacara, Kumar terus menangis sehingga salah satu keluarga si perempuan menhampiri Kumar sambil mengusap air matanya.

''Mengapa Anda Khawatir? Kami hanya merayakan pernikahan Anda,''ujar perempuan tersebut sambil terus mengusap air matanya.

Pasca menikah, keluarga Yadav masih terus menyandra Kumar di rumah mereka.

Hal ini membuat Kumar menghubungi kakanya yang datang bersama aparat kepolisian.

Namun, sang kakak, Awadhesh, menjelaskan kontribusi polisi sangat kecil.

Selain salah satu keluarga si perempuan tiba-tiba menodongkan pistol, polisi juga menganggap penculikan tersebut bukan tindakan kriminal.

Media India, seperti dilansir Daily Mirror, menyatakan polisi menganggap Pakdua Shadi adalah ''Penyakit sosial''

Korban itu langsung dibantah Superintendent polisi Bihar Lalan Mohan Prasad.

''Kami telah menganggap masalah ini sangat serius, dan tengah mempertimbangkan berbagai solusi untuk menyelamatkannya,''kata Prasad.

Sumber dari : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar