Kamis, 08 Maret 2018

Salah langkah, Jokowi Kalah

Salah Langkah, Jokowi Kalah

Kata kunci : Jokowi memuncaki hampir seluruh survei capres saat ini. Namun posisi Jokowi masih jauh dari aman. Elektabilitasnya masih di angka 30-40%.

Melihat elektabilitas Jokowi yang belum menembus 50% di banyak survei, perlu strategi kusus untuk memenangi Pilpres 2019. Kuncinya ada pada cawapres pendampingnya. Kalau salah melangkah, Jokowi bisa kalah.

''Elektabilitas Pak Jokowi masih paling tinggi sebesar 35% , Pak Prabowo di bawahnya 21,2%. Pak Jokowi harus cermat memilih Cawapres, karena kalau tidak cermat bisa kalah,'' kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Media), Rico Marbun, kepada wartawan, Kamis (8/3/2018).

Karena itu, keriteria cawapres pendamping Jokowi pun sangat krusial. Sosok cawapres harus menutupi kekurangan Jokowi, salah satunya di sektor ekonomi.

''Punya kompetensi di bidang ekonomi dan antineolib. Selain dunia sekarang belum pulih dari guncangan ekonomi, Indonesia pun belum mampu sepenuhnya lepas dari jeratan perlambatan ekonomi,'' kata Rico.

Berikutnya, menurut Rico, Jokowi perlu mendekati umat Islam. Figur yang dekat dengan umat akan menjadi nilai plus bagi Jokowi di Pilpres 2019.

''Figur itu harus di terima umat. Karena itu, Jokowi sebaliknya memperhatikan figur yang didorong dari partai-partai Islam yang memiliki basis masa yang jelas,''kata Rico.

Soal Elektabilitas Jokowi sebesar 35 persen itu terlihat dari hasil survei Median yang dilakukan pada Febuari 2018. Selain soal elektabilitas, Median mencatat, dari 1.000 responden,37,9% masyrakat menyebut Jokowi belum mampu mengatasi masalah ekonomi.

Elektabilitas Jokowi yang angkanya rendah tak hanya di survei Median, tapi juga di beberapa survei lain.

 Sumber dari : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar