Jumat, 06 April 2018

Suka Pamer Harta, sampai matipun ingin Mati bersama Hartanya



Kata kunci : Seorang pria muda Trinidad dan wanita disiram sampanye sebelum di kremasi setelah upacara pemakaman dimana dia diletakan didalam peti emas yang memakai perhiasan senilai $100.000 atau senilai Rp 1,3 Miliar.

Sheron Sukhedo, 33, ditembak mati diluar rumah orang tuanya istrinya di Trinidad dan Tobago pekan lalu.

Pada hari Jumat, jutawan real estate dan dealer mobil bekas dibaringkan untuk beristirahat bagaimana dia hidup-memamerkan kekayaannya.

Dia dibaringkan didalam peti emas seharga $ 50000 atau senilai Rp 688 juta, dihiasi dengan liontin emas dan perhiasan yang dilaporkan bernilai 100.000 atau senilai Rp 1,3 Miliar.

Sepasang sepatu bot Timberland juga ditempatkan di dalam peti mati oleh kerabatnya.

Tubuh ayah dua orang anak itu dikawal dari upacara pemakamannya ke krematorium di Bentley seharga $ 150000 atau setara Rp 2 Miliar.

Perhiasan di yakini telah disimpan sebelum di kremasi.

Menurut Trindad dan Tobago Guardian, polisi sedang menyelidiki kemungkinan adanya masalah keluarga dengan kematian sukedho.

Petugas juga mengatakan bahwa anggota geng Rasta City telah merencanakan pembunuhannya bertahun-tahun yang lalu-meskipun Sukhedo dilindungi oleh geng saingan.

Dia dilaporkan selamat dari upaya hidupnya dua tahun lalu dan memiliki sejumlah petugas di daftar gaji untuk melindunginya dari musuh-musuhnya.

Dua hari setelah Sukhedo tewas, istrinya, Rachel, dibawa ke rumah sakit yang membutuhkan perawatan karena komplikasi medis, Laporan Guardian setempat.

Kedua anak pasangan itu tinggal bersama keluarganya ketika polisi memburu mereka yang bertanggung jawab atas terbenuhnya Sukhedo.

Sumber dari : Trinbun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar