BERANDA :

Jumat, 25 Mei 2018

6 Fakta SD Hamili Siswi SMP, Termaksud Tetangga sudah menasehati



Kata kunci : Kejadian miris hingga membuat para orang tua mengelus dada, sedang di alami dua bocah di Tulungagung, Jawa timur (Jatim).

Seorang siswi SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Tulungagung hamil 6 bulan setelah melakukan hubungan intim dengan pacarnya, seorang siswa SD (Sekolah Dasar).

Pihak keluarga akhirnya sepakat menikahkan mereka.

Namun persoalannya menjadi rumit karena mereka belum cukup umur sehingga kantor urusan Agama (KUA) menolak menikahkan dua bocah itu.

Yang bikin geregetan, ayah si bocah SD yang menghamili pacarnya Siswi SMP itu justru dengan enteng mengatakan, ulah anaknya adalah bagian dari uji kejantanan sang pria.

Inilah fakta-fakta seputar kejadian yang menghebohkan itu.:

1.Terbongkar gara-gara periksa kesehatan di Puskesmas

Seorang Siswi SMP di Tulungagungdi periksakan oleh pihak sekolah.

Siswi berusia 13 tahun itu terlihat tidak sehat.

Hasil pemeriksaan petugas medis di Puskesmas menyatakan, siswa itu menyatakan positif hamil.

Kabar kehamilan, sebut saja Venus,  membuat kalang kabut keluarganya.

Saat didesak oleh keluarganya,Venus mengakui hubungan asmara dengan kekasihnya.

Buah hubungan asmara ini, kandungan Venus sudah berusia 6 bulan.

yang mengejutkan,  ternyata sosok laki-laki yang menghamilinya masih kelas V SD.

''Saat itu pihak keluarga langsung mnedatangi rumah yang laki-laki,'' tutur seorang warga YG

2. Blak-blakan beberapa kali hubungan intim 

Siswa SD itu sebut saja Koko, mengakui telah beberapa kali melakukan hubungan Intim dengan Venus.

Ternyata Koko dua kali tidak naik kelas, sehingga sosoknya  cukup matang secara seksual.

''Usianya sekitar 13 tahun lebih, '' tambah YG.

Permasalahan itu kemudian di selesaikan dengan jalan kekeluargaan.

Keluarga Koko mau bertanggung jawab.

Kedua keluarga sepakat Untuk menikahkan anak mereka.

3. KUA menolak menikahkan dua bocah

Syarat-syarat pernikahan telah di siapkan dengan cepat.

mereka sudah bersiap menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Namun pihak KUA menolak menikahkan keduanya, karena di anggap masih terlalu kecil .

Salah satu tokoh di desa tempat kokoh tinggal, Anang mengatakan, Pihak keluarga tetap mengusahakan mereka berdua menikah.

''Saya membantu mengurus proses pernikahan keduanya,'' ucap Anang.

Karena ditolak KUA, keduanya harus mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama.

4. Mengajukan dispensasi ke pengadilan Agama

Hari Selasa (22/5/2018), permohonan sidang dispensasi sudah dimasukan ke pengadilan  Agama Tulungagung.

Anang berharap keduanya mendapatkan dispensasi hingga lekas dinikahkan.

''Tinggal menunggu hasil sidang seperti apa. Kalau mendapatkan dispensasi langsung di nikahkan.

5. Tetangga sempat mengingatkan 

Tetangga sekitar tempat tinggal koko, sebenarnya sudah mengingatkan orang tuanya prihal kedekatan kedua anak ini.

Para tetangga menilai, hubungan koko dan venus sudah kelewatan batas.

Namun jawaban dari ayah Koko justru membuat warga sekitar jengah.

dengan enteng ayah koko mengatakan, Venus menjadi bahan percobaan anaknya.

''Bapaknya bilang, biar jadi bahan percobaan  anaknya yang baru sunat,'' ujar YG, salah satu tetangga.

''Kalau sudah hamil begini kan baru tahu rasa dia,'' tambahnya.

6. Dua Kali tidak naik kelas 

Di mata tetangga, Koko di kenal sosok siswa yang kuarng rajin, dan dua kali tidak naik kelas.

Sehingga meski kelas V SD, secara seksual Koko sudah matang.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan olah raga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri, menyatakan belum mendapat laporan kejadian ini.

NamunSyaifudin berharap ada solusi terbaik bagi Venus.

Ia berharap Venus tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

'' Saya berharap siswi ini nantinya tetap bisa sekolah seperti biasa.  Karena dia masih anak-anak, dan berharap mendapatkan pendidikan,''

Tidak ada komentar:

Posting Komentar