Sabtu, 12 Mei 2018

Beredar Luas, Rekaman Suara Aman Abdurahman yang dipakai untu menenangkan Napi Teroris di Mangko Brimob



Kata kunci : Rekaman Suara diduga terdakwa Bom Thamrin, Aman Abdurahman beredar luas dikalangan  pewarta hingga ke media sosial.

Dalam rekaman itu. Aman bicara sebagai negosiator pada para Napiterdi Mako Brimob yang ricuh.

Rekaman itu di duga untuk meredakan emosi napi supaya mengakhiri kerusuhan.

Aman meminta Para Napi yang juga menyandra Polisi itu agar melunak dan menyerahkan diri.

Namun Kadiv Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto enggan berkomentar dan mengaku baru akan mengeceknya.

''Nanti saya cek dulu,''ujar Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara itu, kini beredar bahwa Asludin Hatjani, Pengacara Aman, itu telah membenarkan itu suara kliennya.

Berikut transkip Suara Aman tersebut.

"Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada Ikhwan semua, saya Aman Abdurrahman mendengar laporan yang baru. Laporan dari pihak Densus bahwa ada kekisruhan di tempat antum dan menurut laporan sementara itu karena urusan dunia sehingga terjadi hal-hal yang tidak sepatutnya terjadi.

Sampai saya dapat penjelasan yang sebenarnya dari pihak antum, untuk malam ini agar meredam dulu. Dan mungkin yang bukan penghuni, agar keluar dulu dan besok lusa nanti utusan dari antum bisa minta ketemu dengan ana agar bisa menjelaskan masalah yang sebenarnya.

Karena untuk masalah urusan dunia tidak pantas terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kecuali masalah prinsipil yang tidak bisa ditolerir, baru itu dipermasalahin.

Tapi untuk lebih jelasnya, besok lusa ana bisa minta penjelasan orang yang dituakan di antara antum, Ustaz Muslih, Ustaz Alex Iskandar, atau yang lainnya.

Untuk malam ini agar meredam dulu. Agar bukan penghuni biar pada keluar dulu saja. Itu saja mungkin dari ana. Mudah-mudahan bisa dipahami karena tidak ada manfaat juga bikin keributan di kandang singa, mungkin seperti itu.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Sumber dari : trinbuns

Tidak ada komentar:

Posting Komentar