BERANDA :

Jumat, 18 Mei 2018

Perawat Nangis Diciduk Polisi Gara-gara Posting konten Sara di akun Facebooknya



Kata kunci : Jajaran Sat Reskrim Polresta Balerang menangkap seorang perawat bernama Ria Siregar (RS)  dikawasan Batam Kota kepulauan Riau.

Ia ditangkap karena diduga menista agama melalui akun Facebooknya.

penangkapan ini di benarkan Kapolres Barelang Kombes Pol Hengki.

''Kita mendengar ada memosting status yang mengandung sara di dalam Facebook, segera kita amankan,' ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, kepada wartawan di kantor Polrseta Balerang.

Menurut Kombes Hengki, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan.

''Penangkapan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dari komentar RS di akun Facebook,'' kata Hengki

Hengki mengatakan, kejadian ini berawal saat kekecewaan RS  atas kejadian aksi teror di beberapa daerah yang ada di Tanah Air.

RS pun meluapkannya di akun Facebooknya.

Kata Rs " Kami Ibadahhanya hari minggu tuh pun cuma 2 Jam. Kalian ibadah setiap Menit, Setiap detik. Kau Pikir aku gak bosan dengan toak masjidmu tuh.'' gak ada gunanya kau ibadah 5 waktu, tak ada gunanya kau puasa sebulan,'' tulis RS.

Postingan ini membuat heboh jagad maya, terutama pengguna media sosial Facebook di Batam.
postingan itu di anggap provokatif dan menghina umat Islam.

Setelah Ramai di perbincangkan, Ria akhirnya menghapus postingan tersebut.

Namun beberapa pengguna Facebook sudah terlanjur men-screenshot dan menyebarkannya kembali ke media sosial.

Kepada awak media di Mapolresta Barelang, Ria mengaku menyesal membuat Postingan provokatif di Facebooknya itu.

Menurut Ria, dia membuat postingan itu lantaran kesal dengan aksi pengebom di tiga gereja di Surabaya.

Dia tak menyangka ungkapan kekesalannya itu justru di anggap melecehkan umat Islam secara umum.

''Namun pengakuan RS dari hasil pemeriksaan sementara tidak ada niat dirinya untuk menghina agama lain. Dirinya hanya terbawak emosi atas kejadian aksi teror yang mengakibatkan kemarin sejumlah orang yang tidak bersalah,'' tutur Hengki.

Hengki menghimbau warga Batam untuk tidak menggunakan media sosial dalam menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks karena bisa berurusan dengan pihak yang berwajib.

''Masyarakat juga jangan terprovokasi melihat status di Medsos yang mengarah ke penghinaan, silahkan laporkan langsung kepada kami, Biar kami Proses sesuai hukum yang berlaku,'' ujar Hengki.

Sumber Dari : trinbuns

Tidak ada komentar:

Posting Komentar