BERANDA :

Senin, 10 September 2018

Bantah Jadi Bandar, Siswa SD Ngaku Hanya Jualan Sabu Eceran


Kata Kunci : Siswa SD di Makasar menyerahkan diri kepolisian dan mengaku mendapatkan sabu dari sebuah sumur. Bocah ini berencana menjual sabu itu dan hasilnya akan di belikan makanan. Ia membantah sebagai Bandar.

Bocah 13 tahun ini telah berada di Pusat pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A) Makasar, Jalan Tudupuli Raya, Makasar untuk mendapatkan pendampingan.

''Saya bilang ke temanku jual ini barang RP 200 ribu nanti kita bagi dua hasilnya,'' kata bocah kecil ini saat berbincang dengan Detik.com, Senin (10/9/2018)

Sayangnya belum lagi mendapatkan hasil penjualan, temannya yang berstatus masih SMP telah lebih dulu ditangkap Polisi.

''Rp 100 ribu, mau buat belanja makan-makanan. Tapi belum dapat uang RP 100 ribu, sudah di dapat (ditangkap polisi) teman saya,''terang bocah yang memiliki tinggi 1 meter ini.

Dirinya menegaskan tidak ada orang yang memberikannya sabu. Sabu itu di dapatkan di sebuah sumur posyiandi dilingkungannnya. Tidak hanya sebagai lokasi narkoba, lokasi itu juga sering di jadikan lokasi membuang narkotika.

Karena seringnya melihat orang-orang bertransaksi narkoba dia pun akhirnya mengetahui jenis barang yang di buang di sumur itu.

''Tidak ada orang kasih saya, kalau ada orang lari di sana, langsung buang barangnya. Banyak kali saya lihat begituan. Pelakunya orang - orang besar (orang dewasa),''ungkapnya.

Setelah temannya tertangkap polisi, Bocah bertubuh kurus ini pun langsung berlari sembunyi dirumah neneknya di Jalan Teuku Umar, Makasar.

'Dua minggu lebih di rumah nenekku. Disana hanya nonton, makan tidur dan mandi. Tidak berani keluar rumah,'' katanga sambil menunduk ke arah meja.

Sumber dari : https://news.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar