BERANDA :

Sabtu, 26 Januari 2019

Detik-detik Akhir Pelarian Asri Pemerkosa dan Pembakar Inah

Detik-detik Akhir Pelarian Asri Pemerkosa dan Pembakar Inah

KATA KUNCI : Asri Marli (30) terus dihantui ketakutan setelah memperkosa, membunuh dan membakar Inah Antimurti (20). Anggota mafia narkoba ini akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah buron 7 hari.

 Asri yang didampingi keluarganya menyerahkan diri ke polisi pada Jumat 25 Januari 2019 sekira pukul 21.30 WIB.

Dia menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi setelah diduga sebagai otak pembunuhan Inah, janda satu anak itu. Empat tersangka lainnya Feri, Abdul Malik, YG dan FB telah diamankan polisi. "Tersangka menyerahkan diri diantarkan oleh keluarganya ke Polda Sumsel pukul 21.30 WIB.

Diserahkan karena ketakutan kena sikat dia. Nama lengkap tersangka Asri Marli," terang Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain pada Jumat (25/1/2019). Asri mengaku menyerahkan diri karena takut ditembak polisi. Dia menceritakan kerap ketakutan karena terus dibayang-bayangi oleh mendiang Inah. "Saya nggak tidur sejak pembunuhan itu.

Saya 'diikuti' terus sama Inah, dia selalu ikut ke mana saja saya pergi, takut," ujar Asri. Berikut kisah akhir pelarian Asri: Asri menyerahkan diri ke Polda Sumatera Selatan.

Dia menyerahkan diri setelah buron selama tujuh hari. Asri kabur setelah membunuh dan membakar jasad Inah pada Sabtu 19 Januari 2019 sekira pukul 21.00 WIB.

 "Tersangka menyerahkan diri diantarkan oleh keluarganya ke Polda Sumsel pukul 21.30 WIB," terang Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain ketika dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (25/1). Asri menyerahkan diri karena takut ditembak oleh polisi.

 Asri secara intensif diperiksa polisi. Asri mengaku terus dihantui oleh Inah dalam pelariannya. "Saya nggak tidur sejak pembunuhan itu. Saya 'diikuti' terus sama Inah, dia selalu ikut ke mana saja saya pergi, takut," ujar Asri saat memberi keterangan di depan polisi, Sabtu (26/1/2019).

 Saat menyerahkan diri, wajah Asri terlihat pucat, mata sayup-sayup, karena sudah 5 hari tidak tidur. Asri menyebut Inah memiliki utang Rp 1,5 juta untuk membeli sabu.

 "Dia (Inah) ada utang Rp 1,5 juta. Utang sabu tidak dibayar, waktu ditagih dia marah," sambung Asri. "Dia bilang katanya sabu dari saya itu tidak bagus, basah.

Banyak yang Inah bilang sambil ngomel-ngomel ke saya," katanya lagi. Asri berkenalan dengan Inah sejak awal 2018. Sejak saat itu, pelaku menjalankan bisnis narkoba dan diedarkan di Muaraenim serta Ogan Ilir.

 Asri kabur ke beberapa daerah usai menghabisi nyawa Inah. Dia kabur dari Belitung, OKU Timur, Prabumulih, Lahat, Lubuklinggau, hingga balik ke Palembang.

 Asri mengaku tidak tidur sama sekali alias tidak memejamkan mata dalam pelariannya. Bahkan dia menyebut hanya satu kali makan karena dihantui rasa takut.

 "Saya nggak ada tidur, nggak ada makan. Jadi setelah bunuh Inah itu ya saya pergi naik motor terus keliling. Eh, adalah satu kali makan, itu pun makan ubi," kata Asri. Setelah 5 hari lari, Asri kehabisan uang.

Asri akhirnya datang menemui saudara di Kota Palembang dan meminta diantarkan ke Mapolda Sumsel.

 Asri mengaku sempat memperkosa korban sebelum akhirnya dibunuh. "Sempat (diperkosa), dia menolak terus," kata Asri saat diperiksa di ruang Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan, Sabtu (26/1). Menurut Asri, dirinya memperkosa Inah setelah mereka berpesta sabu.

Namun, kata Asri, Inah terus melakukan perlawanan hingga akhirnya Asri nekat membunuh. "Pertama, karena utang sabu Rp 1,5 juta tidak dibayar. Kedua, karena Inah ini terus melawan, saya jerat lehernya pakai kabel tembaga.

Ada 30 menit belum mati terus saya pukul pakai kayu balok," imbuh Asri. Asri juga membakar mayat Inah.

SUMBER DARI: detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar