BERANDA :

Rabu, 29 Mei 2019

Menag Lukman Disebut Terima Rp 70 Juta di Sidang 'Jual-Beli' Jabatan

Menag Lukman Disebut Terima Rp 70 Juta di Sidang Jual-Beli Jabatan


KataKunci : Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin turut disebut menerima uang dari Haris Hasanudin yang ingin mendapatkan jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim).


Lukman disebut membantu meloloskan Haris dalam seleksi jabatan itu. Awalnya Haris merupakan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari'ah Kanwil Kemenag Jatim.


Selain itu, dia juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan bermaksud mendapatkan jabatan itu secara definitif. Namun keinginan Haris tersebut terkendala syarat administrasi yaitu tidak boleh menerima sanksi disiplin dalam 5 tahun terakhir. Sedangkan Haris pernah disanksi disiplin pada tahun 2016.

Pada akhirnya Haris--melalui saran dari Ketua DPP PPP Jatim Musyaffa Noer--meminta bantuan ke Romahurmuziy alias Rommy sebagai Ketua Umum PPP.

"Atas saran Musyaffa Noer, pada tanggal 17 Desember 2018 terdakwa menemui Muchammad Romahurmuziy di rumahnya dan menyampaikan keinginannya menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang untuk itu terdakwa juga meminta bantuan Muchammad Romahurmuziy untuk menyampaikan hal itu kepada Lukman Hakim Saifuddin," kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Dalam prosesnya, Lukman sebagai Menteri Agama (Menag) disebut jaksa melakukan intervensi atas pencalonan Haris.

Padahal, ada rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menyebutkan ketidaksesuaian seleksi jabatan tersebut karena Haris pernah mendapatkan hukuman disiplin.

"Selanjutnya Muchammad Romahurmuziy menyampaikan kepada Lukman Hakim Saifuddin agar tetap mengangkat terdakwa sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan segala risiko yang ada," kata jaksa.

Pada akhirnya Lukman tetap mengangkat Haris dalam jabatan itu. Sebagai imbalannya, Haris memberikan uang total Rp 70 juta pada Lukman dalam dua kali pemberian. "Tanggal 1 Maret 2019 di Hotel Mercure Surabaya, terdakwa melakukan pertemuan dengan Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam pertemuan tersebut Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa ia 'pasang badan' untuk tetap mengangkat terdakwa sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Oleh karena itu terdakwa memberikan uang kepada Lukman Hakim Saifuddin sejumlah Rp 50 juta," kata jaksa.

"Pada tanggal 9 Maret 2019 bertempat di Tebu Ireng Jombang, terdakwa memberikan uang sejumlah Rp 20 juta kepada Lukman Hakim Saifuddin melalui Herry Purwanto sebagai bagian dari komitmen yang sudah disiapkan oleh terdakwa untuk pengurusan jabatan selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," imbuh jaksa.


Sumber dari :detik.com

Sabtu, 18 Mei 2019

Ronaldo Sumbang Rp 21 Miliar untuk Palestina di Bulan Ramadhan

Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo. (Foto: Alberto Lingria/REUTERS)

KataKunci : Cristiano Ronaldo dikabarkan beramal selama bulan Ramadhan. Penyerang Juventus itu disebut menyumbang 1,5 juta dolar atau Rp 21 miliar untuk warga Palestina.

Dilansir Telesur English, Ronaldo disebut memberi sumbangan kepada warga Palestina di Jalur Gaza selama bulan Ramadhan.

Mantan pemain Sporting Lisbon, Manchester United, dan Real Madrid itu memberi bantuan kemanusiaan.

Jalur Gaza sendiri kembali bergejolak di bulan Ramadhan ini. Agresi pemerintah Israel membuat wilayah itu sempat dihujani bom yang menewaskan banyak orang.

Israel juga kabarnya melakukan blokade akses bantuan. Imbasnya, terjadi kelaparan yang menimpa orang-orang Palestina.

Atas dasar itu, Ronaldo disebut menyumbang uang sebesar 1,5 juta dolar Amerika Serikat atau Rp 21 miliar.

 Akun Twitter Onwadan Charity Foundation mengunggah foto warga Palestina menerima bantuan dari Ronaldo.

Kendati begitu, belum ada konfirmasi pasti akan bantuan dari megabintang pesepakbola ini. Yang pasti, Ronaldo memang dikenal sebagai pesepakbola yang pro kemanusiaan.

Pada 2012, ia melelang sepatu emasnya untuk warga Palestina dan pada 2016 memberi jersey kepada Ahamad Daushaba, bocah Palestina yang selamat dari serangan Israel.

Sumber dari : detik.com

Kamis, 16 Mei 2019

Bawaslu Putuskan KPU Langgar Tata Cara Input

Bawaslu Putuskan KPU Langgar Tata Cara Input Data Situng


KataKunci : Bawaslu memutuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melanggar administrasi pemilu. KPU dinyatakan melanggar tata cara dan prosedur penginputan data ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

"Mengadili, satu, menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi penghitungan suara atau Situng," ujar Ketua Majelis Hakim Abhan dalam persidangan, di Kantor Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Selanjutnya Bawaslu meminta KPU memperbaiki sistem dan tata cara serta prosedur dalam proses penginputan data ke Situng.

"Memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara dalam situng," ucapnya. Bawaslu mengatakan keberadaan Situng telah diakui dalam undang-undang yang berlaku.

Oleh karena itu, Bawaslu menyarankan agar Situng dipertahankan sebagai instrumen yang digunakan KPU dalam menjamin keterbukaan informasi.

"Meskipun demikian KPU dalam menggunakan aplikasi Situng ini harus tetap memperhatikan mengenai ketelitian, akurasi dalam memasukan data ke dalam aplikasi sistem sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat dan KPU harus memperhatikan setiap masukan perbaikan data," ujar anggota majelis, Ratna Dewi Petalolo.

Sebelumnya, aduan laporan adanya kecurangan dalam situng KPU diajukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Kamis (2/5). Laporan itu teregistrasi dengan Nomor 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019. Dalam laporannya BPN meminta agar Situng KPU dihentikan.

Sumber dari : detik.com

Rabu, 15 Mei 2019

Sebar Video Mesum di Medsos, Pemuda di Blitar Diamankan Saat Sahur

Sebar Video Mesum di Medsos, Pemuda di Blitar Diamankan Saat Sahur

Kata Kunci : Saat orang sibuk sahur, anggota Satreskrim Polres Blitar menangkap seorang pemuda warga Kecamatan Sutojayan. Pelaku terbukti menyebarkan video berhubungan intim dengan sang kekasih di media sosial. Padahal, pasangan ini baru sebulan menjalin hubungan.

Video yang beredar luas itu berdurasi 57 detik. Menggambarkan adegan tak senonoh yang dilakukan seorang wanita pada pasangan prianya. Adegan dilakukan di sebuah ruangan, bagian dari sebuah rumah.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan warga yang resah dengan konten postingannya di medsos. Pada Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 02.00 wib, pelaku diamankan di rumahnya. "Dari laporan warga yang resah itu, kami amankan pelaku atas nama Yudis Siswo Putro di rumahnya.

Di Dusun Krajan RT 03 /RW 01 Desa Bacem, Sutojayan," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/5/2019). Saat pemeriksaan, pemuda berusia 23 tahun itu mengaku melakukan adegan tak senonoh itu bersama kekasihnya. Wanita itu bernisial SR yang masih berusia 17 tahun.

Pelaku juga mengakui, jika video itu dibuat di dalam rumahnya. "Mereka ini pasangan kekasih. Yang cewek masih di bawah umur.

Keduanya sudah bekerja di swasta. Tapi baru sebulan ini pacarannya," ungkap kapolres. Pada polisi, pelaku mengaku tidak tahu bagaimana video itu bisa tersebar luas di media sosial. Alasannya, dia dan kekasihnya sebenarnya sengaja mau mempertontonkan adegan itu di jaringan luar negeri dengan memakai aplikasi gogo life. Namun ternyata, malah menyebar di media sosial dalam negeri.


"Motifnya masih kami dalami. Untuk penyelidikan, kami amankan sebuah HP yang dipakai untuk membuat video bermuatan pornografi dan kaos yang dipakai pelaku saat itu," pungkasnya.

Sumber dari : detik.com