BERANDA :

Kamis, 20 Juni 2019

Uang Rp200 Ribu, Jadi Motif Pembunuhan Karyawati Canti Bank




KataKunci : Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat mengatakan, DP (20) membunuh Santi Devi Malau (26), pegawai Bank Syariah Mandiri Tapanuli Tengah ( Tapteng) hanya gara-gara uang Rp200.000 yang mau dipinjamnya kepada korban.

"Pelaku DP mendatangi kamar kos korban Kamis (13/6/2019) malam sekira pukul 21.00 WIB, setelah korban pulang menghadiri acara halalbihalal kantornya. Maksud kedatangan pelaku untuk meminjam uang Rp200.000 untuk ongkos ke Medan.

Hanya saja korban mengaku dia tidak punya uang sebanyak itu dan yang ada hanya Rp22.000," ujar Sukamat saat konferensi pers di Mapolres Tapteng. Karena tidak punya uang yang diminta, korban berinisiatif pergi ke ATM untuk mengambil uang.

Hanya saja pelaku saat itu tidak yakin korban tidak punya uang karena pekerjaan Santi yang merupakan pegawai bank. Saat korban hendak berangkat ke ATM, pelaku langsung mencekik korban dari depan.

Korban sempat meronta dan berteriak. Karena kalap pelaku menyeret korban ke kamar mandi dan membenturkan kepala korban ke kloset.

Tidak sampai di situ, pelaku kembali mencekik korban hingga meninggal dunia. Setelah yakin korban meninggal, pelaku mengambil uang dari saku baju korban yang jumlahnya hanya Rp22.000.

Pelaku juga membawa kabur ponsel korban serta tiga buah tas dan satu dompet kecil. "Dari dompet korban, pelaku tidak mendapatkan uang sepeser pun, karena dompet itu hanya berisikan beberapa ATM.

Demikian juga di tiga tas milik korban tidak ada ditemukan uang," ujar Kapolres. Usai melakukan pembunuhan, pelaku langsung lari bersama istrinya NN menuju Sibolga.

Di sana pelaku menjual ponsel korban seharga Rp400.000. Setelah menginap satu malam di pos kambling, pelaku bersama dengan istrinya kabur menuju Medan dengan menumpang taksi gelap. 

Setelah melakukan penyelidikan, petugas mengetahui keberadaan pelaku di Medan. Para pelaku dibekuk Selasa sore.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 ayat 4 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 25 tahun, juncto Pasal 55 tentang turut melakukan perbuatan yang dapat dihukum dan subsider Pasal 338.

Diberitakan sebelumnya, Santi Devi Malau, karyawati Bank Mandiri Syariah di Tapanuli Tengah ditemukan tewas di dalam kamar indekosnya di Lingkungan I Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, Jumat (14/6/2019) pagi.

Kapolres Tapteng melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan mengatakan, dari hasil visum ditemukan bekas cekikan di leher serta bekas ikatan tali di pergelangan korban. Santi diduga merupakan korban pembunuhan.

"Setelah dilakukan visum, hasilnya ditemukan bekas cekikan di leher korban, ada bekas luka cakaran di wajah korban, dan di pergelangan tangan korban juga ada bekas ikatan tali," ujar Dodi kepada ANTARA,

Sumber dari : Trinbunsnews

Sabtu, 15 Juni 2019

Istri yang Digadai Suami Rp 250 Juta Ternyata telah Menikah dengan Hartono

Istri yang Digadai Suami Rp 250 Juta Ternyata telah Menikah dengan Hartono

KataKunci : Seorang suami di Lumajang, Hori, menjadikan istrinya jaminan atas utang Rp 250 juta kepada Hartono.

Namun, polisi menemui fakta jika istri Hori dan Hartono kini sudah menikah secara siri, sejak dua bulan lalu.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan saat melakukan interogasi, para saksi dan pelaku menjawab dengan banyak berbelit.

Namun, akhirnya istri Hori dan Hartono mengaku jika mereka telah menikah siri dua bulan lalu. Bahkan, Arsal menyebut petugas sempat dibohongi Hartono maupun istri Hori, keduanya kompak menjawab jika mereka tak terikat hubungan sama sekali.

Namun setelah ditanya lebih lanjut, keduanya mengaku telah menikah siri sekitar 2 bulan yang lalu. 

"Kami juga akan lakukan pendalaman apakah ada perzinaan dalam kasus ini atau tidak.

Karena informasi awal yang kami terima, saksi adalah istri tersangka Hori, tapi ternyata dua bulan lalu menikah dengan Hartono," kata Arsal di Lumajang, Sabtu (15/6/2019).

Tak hanya itu, Arsal menambahkan jika Hartono awalnya mengaku kasihan dengan istri Hori yang hidup pas-pasan. Dia pun memberikan bantuan kepada istri Hori dan tinggal bersama selama tujuh bulan.

Baru setelah lima bulan hidup bersama, akhirnya keduanya melangsungkan pernikahan siri. "Setelah kami interogasi mendalam, ternyata mereka berdua telah serumah bersama ibu Hartono selama 7 bulan.

Selain itu, mereka mengaku baru melangsungkan pernikahan siri sekitar 2 bulan yang lalu," imbuh Arsal.

"Tim Cobra akan terus mendalami kasus ini, karena masih ada perbedaan keterangan antara Hori dan Lasmi, dimana Hori mengatakan nikah melalui KUA dan ada surat nikahnya tapi Lasmi mengaku tidak pernah ada pernikahan melalui KUA tapi hanya dasar kesepakatan saja diantara mereka," papar pria angkatan akpol 98 ini. Sementara saat ditanya petugas, Hartono memang mengaku kasihan dengan Istri Hori.

Terlebih, perempuan tersebut juga tak memiliki saudara.

Akhirnya dia pun berniat untuk membantu. Hartono juga menampik jika dirinya menerima penggadaian istri Hori. "Masalahnya dia tak punya saudara, kalau mau ikut ya sudah tinggal di rumah. Ndak ada kayak gitu (digadaikan)," ungkap Hartono.

Sedangkan istri Hori mengakui jika tinggal bersama Hartono merupakan keputusannya sendiri tanpa ada paksaan atau digadaikan. "Ikut sendiri," tambah Istri Hori.

Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat lantaran Hori meminjam uang kepada Hartono sebesar Rp 250 juta. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan istrinya kepada Hartono.

Istri akan dikembalikan ke Hori bila ia telah melunasi utangnya. Selama Hori belum melunasi utangnya, maka istrinya akan tetap bersama Hartono.

Satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya kepada Hartono. Tapi Hori tak mempunyai uang. Hori bermaksud menebus utangnya dengan sebidang tanah agar istrinya bisa diambil.

Namun niat Hori tak diterima Hartono. Hartono tak ingin uangnya ditebus dengan sebidang tanah, harus ditebus dengan uang.

Penolakan itu membuat Hori kecewa. Karena kecewa, Hori akhirnya merencanakan pembunuhan. Niat Hori membunuh ternyata berakhir salah sasaran.

Hori melihat seseorang mirip Hartono dan dibacoklah orang itu dari belakang. Hori kemudian sadar bahwa orang yang dibacoknya bukanlah Hartono, tetapi pria yang akhirnya diketahui bernama Muhammad Toha. Toha tewas dalam perawatannya di rumah sakit.

Sumber dari : detik.com

Jumat, 07 Juni 2019

Penis tersangkut di Pipa Toilet, Remaja ini harus dibantu tim penyelamat



KataKunci : Seorang remaja 16 tahun asal Johor, Malaysia, membuat berita ketika penisnya tersangkut di salah satu pipa toilet.

Menurut laporan remaja tersebut awalnya hanya iseng ingin mencoba seks dengan memasukkan penis ke lubang pipa yang menonjol keluar dari balik dinding.

Namun nasib sial menimpa karena penis sang remaja malah jadi tersangkut.

Ia sempat berusaha sendiri selama sekitar satu jam sampai akhirnya meminta tolong ke orang lain yang kemudian memanggil bantuan pemadam kebakaran setempat.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) Seniman Idris dari Tangkak Fire and Rescue Station menanggapi panggilan darurat tersebut pada Senin (20/5) jam 10 malam.

Timnya datang ke lokasi kejadian dengan membawa gergaji pemotong metal yang secara hati-hati dipakai untuk memotong pipa.

Setelah pipa terpotong namun masih tersangkut di penis, sang remaja kemudian dilarikan ke Sultanah Fatimah Specialist Hospital di mana dokter sudah menunggu.

Dalam sebuah rekaman video tampak sang remaja tiduran di atas tempat tidur dengan percikan di mana-mana saat dokter dan petugas damkar berusaha menggergaji pipa yang masih tersisa.

Akhirnya sesaat sebelum tengah malam pipa dengan ukuran lebar 30 milimeter tersebut berhasil dilepaskan.

Sang remaja tidak mengalami luka serius hanya penisnya saja yang agak bengkak.

Petugas merekomendasikan kepada masyarakat menutup sambungan pipa yang tidak terpakai untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kasus ini berhasil diselesaikan berkat ketrampilan para ahli di rumah sakit dan kondisi korban stabil," kata Seniman seperti dikutip dari Daily Mail.

Sumber dari : detik.com