BERANDA :

Senin, 22 Juli 2019

Penyebar Video Porno Pelajar Ponorogo Kekasih Sendiri


KataKunci : Ponorogo - Pelaku penyebaran video porno yang viral yang diperankan seorang pelajar di Ponorogo ditangkap. Pelaku adalah kekasih korban.

Pelaku adalah CAP (21), warga Dukuh Krajan, Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung. Pelaku ditangkap pada Sabtu (20/7) lalu sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Balongpanggang, Gresik.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menjelaskan kronologi awal kejadian pada Rabu (17/7) lalu saat keluarga korban mengetahui viralnya video porno tersebut.

Lantas ayah korban mendatangi kediaman pelaku untuk dimintai keterangan, tapi hanya ditemui oleh ayah pelaku.

"Tapi saat ayah pelaku meminta penjelasan, ayah korban tidak mempunyai video tersebut dan memutuskan untuk pulang," terang dia.

Kemudian, hari Kamis (18/7) keluarga korban membuat laporan di Polsek Pulung melaporkan kejadian hubungan intim yang dialami korban dan beredarnya video porno guna proses hukum lebih lanjut.

Menurut pengakuan korban, lanjut Barung, hubungan terjadi sebanyak 4 kali. Pertama dilakukan di rumah pelaku, kedua dan ketiga dilakukan di penginapan Telaga Ngebel dan keempat kalinya dilakukan di penginapan Kota Batu, Malang.

Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan di Rutan Polres Ponorogo," tandas Barung. Video porno diduga dilakukan seorang pelajar di Ponorogo viral.


Video itu viral di media sosial dan aplikasi percakapan. Ada dua video yang beredar masing-masing 29 dan 30 detik. Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan dalam keadaan sendiri yang tidak mengenakan pakaian. Ada gerakan-gerakan yang dilakukan perempuan itu di dalam video.

Sumber dari : detiknews

Jumat, 19 Juli 2019

Pablo Benua : Yang Bisa Penjarain Gue Cuma Malaikat...

Click here to see a large version

KataKunci : Jakarta - Sebelum video Ikan Asin menjadi viral, istri Galih Ginanjar, Kumalasari, rupanya sempat meminta Rey Utami dan Pablo Benua menghapus konten video tersebut dari saluran YouTube mereka.

Kumalasari melakukan hal tersebut atas saran dari sahabatnya, Indra Tarigan. Sejak awal, Indra Tarigan sudah memprediksi bahwa konten Ikan Asin di channel YouTube Pablo Benua dan Rey Utami itu akan diperkarakan ke polisi.

"Saya suruh take down melalui Kumalasari, saya juga minta nomornya Pablo ke Kumalasari tapi Kumalasari minta izin ke Pablo, Pablonya tidak kasih," imbuh Indra Tarigan di Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019).

Namun Rey Utami dan Pablo Benua tak mengindahkan saran tersbeut. Sebaliknya, mereka malah menantang Indra Tarigan. Nah pas saya sudah marah disampaikan ke si Pablo sama Rey malah dia berdua nantangin.

'Enggak usah peduli orang-orang gue yang pasang badan deh. Yang bisa menjarain gue cuma satu, malaikat'," ucapnya. "Makanya gedeg sama anak ini sama si Pablo.

Ini salahnya Pablo sama si Rey dari awal saya sudah peringatkan, menit keenam saya peringatkan jangan dinaikkan, langsung ditake down," sambungnya.

Sementara itu, Indra Tarigan sendiri telah diperiksa sebagai saksi terlapor. Ia menjadi saksi terkait percakapan WhatsApp bersama Kumalasari soal konten video Ikan Asin. "Jadi kalau saya sendiri ada sekitar 15 pertanyaan. Yang ditanyakan sama penyidik terkait video," ungkap Indra Tarigan.

Sumber dari : detik.com

Kamis, 04 Juli 2019

Pernikahan Nenek dan Remaja yang Viral di Pati Akhirnya Batal

Rencana Pernikahan Nenek dan Remaja yang Viral di Pati Akhirnya Batal

KataKunci : Foto sepasang nenek dan remaja berbaju pengantin di Pati yang viral di media sosial disebut bukan pasangan dari Kecamatan Tayu, Pati.

Namun KUA Kecamatan Tayu mengungkap memang ada seorang nenek dan remaja yang sempat mendaftarkan pernikahannya tapi akhirnya batal.

"Mereka mendaftar, juga berkasnya lengkap. Tapi kemudian dibatalkan," ujar Kepala kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Tayu, Ahmad Rodli saat dihubungi detikcom, Kamis (4/7/2019).

Rodli mengungkapkan pasangan tersebut bernama Dwi Purwanto (19) dan Sutasmi (58).

Mereka mendaftar ke KUA Kecamatan Tayu, Pati pada 27 Juni lalu dan berencana menikah pada 3 Juli 2019.

Berkas yang dilampirkan keduanya pun sudah lengkap. Kisah keduanya muncul ke publik setelah foto yang diunggah oleh salah satu akun Facebook bernama 'Lika Liku Kehidupan' viral dan jadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Dalam unggahan tersebut menunjukkan dua buat foto. Satu foto menujukkan sepasang pengantin ditandai dengan pakaian pengantin yang dikenakan. "Yang pakai baju pengantin itu bukan ini. Tapi yang foto satunya, yang duduk lesehan karpet biru itu memang benar keduanya. Itu saat mereka melakukan bimbingan di kantor KUA Tayu," terang Rodli.

Sumber dari : detik.news

Senin, 01 Juli 2019

Viral Video Pacar rela jadi tempat duduk sang kekasih yang berujung sebuah sindiran dari netizen

Foto: Dok. Facebook

KataKunci : Ketika sedang jatuh cinta, tidak jarang orang melakukan hal-hal aneh yang di luar kebiasaan. Bahkan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sama sekali di benak orang lain.

Sebuah video viral yang diunggah di Facebook pada 21 Juni menjadi bukti keanehan manusia ketika jatuh hati.

Pada video tersebut tampak seorang pria rela menjadi tempat duduk bagi kekasihnya di tengah keramaian orang yang sedang berjalan kaki.

Dikutip dari laman World of Buzz, tampaknya pasangan itu sedang berjalan di trotoar di kawasan New York. Dari video, sang pria itu terlihat jongkok dengan posisi seperti kursi untuk pasangannya yang sedang melakukan panggilan telepon.
Pria itu tampak begitu peduli dengan pasangannya hingga dia bersusah-payah berjongkok menjadi kursi demi kekasihnya.

Di akhir video pun terlihat si pria mencium dengan penuh cinta punggung pasangannya yang sedang menerima telepon.


Video viral itu pun mendapat banyak komentar netizen. Sebagian besar dari netizen menganggap hubungan antara si pria dan wanita bukan pada level pacaran melainkan friendzone. Ada juga yang mengatakan bahwa tindakan si pria tidak gagah sama sekali.

Pasangan itu juga dianggap menganggu pejalan kaki lainnya dengan beraksi duduk di trotoar. Netizen menyarankan kedua pasangan muda itu belajar dari orang yang sudah menjalankan hubungan cinta sejak lama tetapi tetap bisa romantis dengan hal-hal sederhana.

Terkadang tidak perlu melakukan hal yang berlebihan untuk membuktikan soal cinta pada pasangan. Bahkan dari hal yang paling sederhana dan terkecilpun dapat menjadi lebih bermakna.

Sumber dari :detik.news