Kamis, 30 April 2020

Penjual Tuak , Lamria Manulang melaporkan Pihak FPI , Karena Merusak Warung Tuaknya



Katakunci.Online :Keributan antara ormas FPI dengan warga di Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, viral di media sosial Pemilik warung Lamria Manulang merekam peristiwa saat warungnya digeruduk FPI. Keributan terjadi karena Lamria Manulang membuka warung di bulan Ramadan, dan langsung di sweeping FPI Batangkuis. "Jangan bawa barang-barang saya itu. Bisa bapak kasih saya makan?" kata



Keributan pun sontak terjadi. Beberapa barang di warung dirusak. Kata-kata kasar pun dilontarkan pria yang melakukan sweeping.

"Kita sudah mediasi kedua belah pihak untuk meredam situasi yang ada. Supaya mencegah isu SARA nantinya," kata Avro Wibowo melalui WhatsApp Kasus ini sudah dilaporkan Lamria Manulang ke Polres Deliserdang.

Saat dikonfirmasi Kapolresta Deli Serdang mengatakan "Mediasi akan terus kita lakukan antar kedua belah pihak agar tidak saling salah paham.

Selain itu kita juga meminta kepada para penjual makanan ataupun minuman agar tidak menjual minuman tuak ataupun minuman beralkohol apalagi saat ini sedang bulan puasa.

Dan untuk pihak FPI juga jangan bertindak yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain, mari saling menjaga lingkungan kita tetap kondusif, " ucap Kombes Pol Yemi Mandagi Orang nomor satu di Polresta Deliserdang juga menghimbau kepada pihak FPI di wilayah Deliserdang agar tidak melakukan kegiatan main hakim sendiri seperti pembubaran dan penutupan warung-warung tanpa dikoordinasikan dengan pihak kepolisian

Sumber dari : trinbuns.medan

Minggu, 26 April 2020

Pandemi Corona di Prediksi Bisa Berakhir di Tahun 2020 , Asal larangan Mudik di Pat



KataKunci.Online  : Kapan corona di Indonesia akan berakhir? Pakar berikan prediksi asal dengan syarat. 

Dalam rilis terbaru hari ini, Sabtu (25/4/2020), Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof.

Dedi Rosadi mengatakan persebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi akan mereda di akhir Juli 2020.

Prediksi yang mengacu pada data publikasi pemerintah hingga 23 April 2020 tersebut memperkirakan waktu puncak pandemi akan terjadi pada Mei 2020 dan mereda di akhir Juli 2020.

Dengan perkiraan proyeksi total penderita positif Covid-19 di angka 31 ribu kasus.

Sebelumnya, Prof. Dedi dan tim pernah merilis prediksi sementara akhir pandemi terjadi pada akhir Mei 2020, dengan total penderita positif Covid-19 mencapai 6.174 kasus.

Kala itu, digunakan data pemerintah sampai 26 Maret 2020. Dedi memaparkan, ada tiga hal yang mengubah akhir pandemi Covid-19 menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diprediksikan, dengan jumlah kasus yang berkurang atau melebihi prediksi.

Menurutnya, hal pertama yang bisa memengaruhi cepat atau lambatnya akhir pandemi Covid-19 ialah kondisi dan usaha untuk mengubah kecepatan penularan bahkan memutus total rantai penularan penyakit.

Usaha tersebut dapat diwujudkan melalui pengendalian yang efektif terhadap episentrum-episentrum penyebaran virus, khususnya kelompok provinsi zona merah.

Jika pencegahan maksimal terhadap kemungkinan tumbuhnya klaster baru di setiap daerah dilakukan dengan baik, maka wabah bisa selesai jauh lebih cepat dengan jumlah kasus yang lebih kecil.
Sumber : detik.news